INDOZONE.ID - National University of Defence Technology (NUDT) di Hunan, China, memperlihatkan kemajuan teknologi militer melalui ekshibisi robotika yang mengagumkan.
Dari robot humanoid hingga drone nyamuk, laboratorium ini memamerkan inovasi-inovasi canggih dalam laporan yang disiarkan oleh CCTV 7, saluran militer China Central Television.
Salah satu teknologi yang paling mencuri perhatian adalah drone mikro seukuran nyamuk. Bentuknya sangat kecil, hingga bisa digenggam di antara dua jari.
Baca juga: GPMI Kabel Multifungsi Super Cepat dari Tiongkok, Bisa Gantikan USB-C?
Dirancang untuk pengintaian dan operasi rahasia, alat ini menunjukkan bagaimana kekuatan militer kini beralih pada presisi dan kehalusan strategi.
Drone ini memiliki dua sayap kecil berbentuk daun dan tiga kaki ramping, menyerupai nyamuk atau serangga lain yang dapat melayang.
Dalam beberapa varian, sayap bahkan berjumlah empat, memungkinkan manuver lebih kompleks.
Baca juga: Wuchang: Fallen Feathers Siap Dirilis 24 Juli, Hadirkan Aksi Soulslike Penuh Kegelapan dari Tiongkok
Desainnya mengadopsi prinsip biomimikri. Mekanisme terbang serangga dan biji maple yang dapat berputar di udara menjadi dasar aerodinamis drone nyamuk.
Hasilnya adalah perangkat ringan, stabil, dan mampu melayang di ruang sempit tanpa mengganggu lingkungan sekitarnya.
Mengembangkan drone dalam skala mikro menghadirkan tantangan besar. Dibutuhkan integrasi berbagai komponen seperti sensor, antena, sirkuit kontrol, dan sumber daya ke dalam tubuh yang hanya seukuran kuku.
Kolaborasi lintas disiplin dari bidang teknik mikro, ilmu material, dan kecerdasan buatan menjadi landasan kesuksesan proyek ini.
Stabilitas navigasi menjadi aspek kritis karena ukuran kecil sangat rentan terhadap turbulensi dan hembusan angin kecil.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Notebookcheck.net, Scmp.com