China mempersiapkan roket angkasa nya untuk misi ini
INDOZONE.ID - Dalam sebuah pencapaian monumental, Tiongkok telah meluncurkan misi Chang’e-6, menandai langkah besar dalam eksplorasi luar angkasa.
Misi tak berawak ini bertujuan untuk mengumpulkan sampel dari sisi jauh bulan, yang belum pernah dijelajahi sebelumnya, menjadikan Tiongkok sebagai negara pertama yang berani melakukan upaya ambisius ini.
Roket Long March-5, yang merupakan roket terbesar milik Tiongkok, meluncur dengan sukses pada pukul 17:27 waktu Beijing dari Pusat Peluncuran Luar Angkasa Wenchang di pulau Hainan.
Baca Juga: 5 Cara Jitu Mematikan Laptop yang Hang, Gak Pusing Lagi!
Wahana Chang’e-6, yang berbobot lebih dari 8 metrik ton, dijadwalkan untuk mendarat di Cekungan Kutub Selatan-Aitken, sebuah wilayah misterius di sisi jauh bulan yang selalu tersembunyi dari pandangan kita di Bumi.
Dilansir dari Reuters,Pierre-Yves Meslin, seorang peneliti Perancis yang terlibat dalam misi Chang’e-6, menyatakan kekagumannya terhadap kemajuan pesat program luar angkasa Tiongkok.
“Kami masih terpesona dengan bagaimana Tiongkok dapat mengembangkan program ambisius dan sukses dalam waktu yang relatif singkat,” ujarnya.
Baca Juga: Gawat! Google Bakal Terapkan Bayaran bagi Orang yang Ingin Mencari Informasi, Apa Alasanya?
Misi ini bukanlah yang pertama bagi Tiongkok dalam eksplorasi bulan. Sejak Chang’e-4 yang berhasil mendarat pada tahun 2018, hingga Chang’e-5 yang mengambil sampel bulan pada tahun 2020, Tiongkok telah menunjukkan kemampuannya dalam misi luar angkasa.
Kini, Chang’e-6 berpotensi menambahkan pencapaian baru dengan mengambil sampel dari sisi bulan yang belum pernah dijelajahi.
Peluncuran Chang’e-6 disaksikan oleh ilmuwan dan pejabat dari berbagai negara, termasuk Perancis, Italia, Pakistan, dan Badan Antariksa Eropa. Namun, tidak ada organisasi AS yang terlibat, mengingat larangan kolaborasi antara Tiongkok dan NASA berdasarkan undang-undang AS.
Baca Juga: Susul Indonesia, Microsoft Lakukan Investasi Besar dalam Layanan Cloud dan AI di Malaysia
Neil Melville-Kenney, petugas teknis di ESA, mengungkapkan rasa misterius sisi jauh bulan.
“Kita benar-benar tidak dapat melihatnya, kita belum pernah melihatnya selain dengan robot penjelajah atau sangat sedikitnya jumlah manusia yang pernah berada di sisi lain,” katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Reuters