Steam Machine dari Valve Diprediksi Bisa Guncang Industri Game(Sumber:X/Eurogamer)
INDOZONE.ID - Pengumuman resmi Steam Machine langsung memicu banyak perbincangan di kalangan gamer dan analis industri.
Meski perangkat baru ini masih menyimpan banyak tanda tanya, antusiasme publik cukup tinggi karena potensinya dalam mengubah peta persaingan konsol.
Untuk memahami dampak yang mungkin terjadi, Eurogamer berbincang dengan Rhyss Elliott, kepala analisis pasar di Alinea Analytics.
Menurutnya, Steam Machine bisa menjadi perangkat yang benar-benar memengaruhi arah industri game, terutama bila Valve menentukan strategi harga yang tepat.
Baca juga: Steam Machine: Konsol Game Baru dari Valve yang Siap Tantang Xbox dan PlayStation
Menurut Elliott, peluang keberhasilan Steam Machine sangat bergantung pada dua faktor besar: harga dan suplai.
“Ini sulit diprediksi karena harga dan ketersediaan benar-benar jadi faktor penentu,” jelas Elliott.
“Banyak pemain Steam masih memakai hardware lama dan ingin upgrade, tapi terhalang harga komponen yang makin mahal. Steam Machine bisa jadi solusi kalau banderolnya masuk akal.”
Untuk menarik perhatian gamer konsol, Elliott menegaskan Valve harus memberikan harga yang lebih menarik dibanding konsol generasi saat ini, sambil menekankan keunggulan yang tidak ditawarkan konsol biasa.
Salah satu poin paling menarik dari analisis Elliott adalah potensi dampak harga:
“Kalau Steam Machine dijual di atas $500, risikonya besar. Orang bisa menganggapnya hanya sebagai PC niche yang mahal,” ungkapnya.
Namun, ada titik manis yang menurutnya bisa membuat Steam Machine meledak di pasaran:
Harga $400 sudah termasuk controller akan memberikan pesan kuat. Apalagi saat harga konsol terus naik, sementara PS5 Digital di angka $499 dan Xbox Series X Digital bahkan $599.
Dengan dua varian yang ditawarkan 512GB dan 2TB , Elliott menilai kisaran $400–$450 masih sangat mungkin.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Eurogamer.net