Peneliti Cambridge Temukan Cara Sederhana Memperpanjang Umur Baterai Mobil Listrik
INDOZONE - Para peneliti dari University of Cambridge menemukan cara sederhana yang berpotensi memperpanjang usia baterai mobil listrik tanpa harus mengubah komposisi kimia baterai.
Temuan ini membuka peluang baru bagi industri kendaraan listrik untuk meningkatkan daya tahan baterai melalui pendekatan mekanis, bukan dengan material atau teknologi baru yang lebih mahal.
Hasil penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Energy menunjukkan bahwa memberikan tekanan konstan pada baterai lithium-ion dapat membuat masa pakainya hingga dua kali lebih lama.
Penemuan tersebut menjadi salah satu inovasi menarik karena tidak memerlukan perubahan pada material aktif, elektrolit, maupun desain dasar baterai.
Baca juga: Tips Menguasai Teknik Mengetik 10 Jari, Dijamin Cepat dan Akurat
Selama proses pengisian dan penggunaan, baterai lithium-ion akan mengembang dan menyusut secara alami.
Perubahan bentuk yang terus berulang ini dapat memicu kerusakan pada struktur internal baterai sehingga performanya menurun seiring waktu.
Untuk menguji pengaruh tekanan terhadap umur baterai, tim peneliti mengembangkan alat khusus yang mampu memberikan tekanan stabil menggunakan bantalan udara otomatis.
Perangkat tersebut juga memantau perubahan ketebalan baterai selama proses pengisian dan pelepasan daya.
Hasil pengujian menunjukkan bahwa tekanan sekitar 12,5 bar atau sekitar 181 psi menjadi titik paling ideal.
Pada tekanan tersebut, umur baterai meningkat hingga dua kali lipat dibandingkan baterai yang mendapat tekanan terlalu rendah maupun terlalu tinggi.
Peneliti menegaskan bahwa baterai tidak boleh ditekan secara sembarangan. Tekanan yang terlalu rendah mempercepat retaknya material katoda, sedangkan tekanan yang terlalu tinggi memicu terbentuknya lapisan lithium pada anoda yang dapat mengurangi umur baterai sekaligus meningkatkan risiko keselamatan.
Karena itu, sistem pengatur tekanan harus mampu menyesuaikan kondisi baterai yang terus berubah selama digunakan.
Pendekatan ini dianggap lebih fokus pada desain mekanis dibandingkan mengembangkan teknologi kimia baterai yang lebih kompleks.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Digitaltrends.com