Lonjakan scam memnbuat perlindungan identitas digital semakin penting. (Ist)
INDOZONE.ID - Ruang digital kini menjadi bagian tak terpisahkan dari aktivitas sehari-hari masyarakat. Di balik kemudahan tersebut, risiko penipuan digital atau scam juga terus meningkat, mendorong pentingnya perlindungan identitas dalam setiap interaksi daring.
VIDA sebagai penyedia digital identity network dan solusi pencegahan fraud menegaskan komitmennya untuk memastikan pengalaman digital tetap aman dan seamless bagi masyarakat.
Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) menunjukkan tingginya ancaman tersebut. Sejak 22 November 2024 hingga 31 Maret 2026, tercatat 515.345 laporan kasus penipuan digital.
Ancaman ini dapat muncul di berbagai situasi sehari-hari. Misalnya, pesan berisi tautan hadiah dari nomor yang menyerupai bank, yang berpotensi menjadi modus phishing.
VIDA mencatat, 9 dari 10 kasus scam melibatkan pencurian kode OTP. Risiko lain juga muncul dari file APK berbahaya yang disamarkan sebagai pembaruan status pengiriman paket.
Baca juga: Waspada Scam Top Up Game, Gamer Diminta Lebih Hati-hati
Selain itu, perkembangan teknologi turut memunculkan modus baru. VIDA mencatat peningkatan penipuan berbasis deepfake di Asia Tenggara sebesar 156 persen sepanjang 2025. Risiko juga dapat terjadi dalam proses administratif, seperti penggunaan tanda tangan digital yang tidak melalui jalur resmi.
Founder & Group CEO VIDA Niki Luhur menilai masyarakat sebenarnya telah memiliki kesadaran dasar terhadap ancaman scam, namun kewaspadaan tersebut kerap menurun dalam situasi tertentu.
“Di banyak situasi, orang sebenarnya sudah tahu bahwa penipuan digital itu nyata. Namun, ketika modus yang muncul terasa relevan, menarik, atau seolah menguntungkan, kewaspadaan bisa turun dalam hitungan detik. Karena itu, membangun kebiasaan untuk berhenti sejenak, memeriksa ulang, dan tidak langsung percaya menjadi semakin penting di tengah berkembangnya modus penipuan yang semakin canggih,” ujar Niki.
Untuk mendekatkan isu ini ke kehidupan sehari-hari, VIDA menghadirkan “The World of VIDA”, sebuah video yang menjelaskan bagaimana perlindungan identitas digital bekerja dalam berbagai aktivitas.
Baca juga: Kasus Fraud dan Scam Online Meningkat, Kolaborasi Lintas Sektor Diperkuat
“Melalui The World of VIDA, kami ingin mengangkat isu ini lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat. Harapannya, publik tidak melihat perlindungan digital sebagai sesuatu yang jauh atau rumit, melainkan sebagai hal yang relevan dengan aktivitas yang mereka lakukan setiap hari,” lanjut Niki.
Melalui inisiatif ini, VIDA juga mengajak masyarakat untuk membiasakan diri berhenti sejenak sebelum bertindak, termasuk melalui kampanye “Jangan Asal Klik”.
Ke depan, VIDA akan melanjutkan upaya tersebut melalui kampanye “Beyond Liveness” yang menekankan pentingnya perlindungan identitas digital yang lebih komprehensif.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Press Release