Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Sabtu, 29 NOVEMBER 2025 • 10:00 WIB

Hati-hati! Fenomena Scam Lingkungan Terdekat Meningkat, Bisa Jadi Keluargamu Sendiri

Hati-hati! Fenomena Scam Lingkungan Terdekat Meningkat, Bisa Jadi Keluargamu SendiriIlustrasi scam atau penipuan. (Freepik/Muhammad Shoaib)

INDOZONE.ID - Modus penipuan dan penyalahgunaan data finansial di Indonesia kini berkembang semakin kompleks. Tidak lagi hanya berasal dari pelaku asing atau sindikat digital, tetapi juga muncul dari lingkungan terdekat, mulai dari keluarga, teman, hingga pasangan. 

Fenomena ini membuka babak baru dalam pengelolaan keuangan pribadi, bahwa melindungi skor kredit bukan hanya soal membayar tepat waktu, tetapi juga menjaga identitas dari tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab.

Kasus yang banyak terjadi umumnya berawal dari permintaan meminjam KTP, kode OTP, atau akses ke akun paylater dan mobile banking. Permintaan ini kerap dibungkus alasan emosional.

Namun ketika tagihan tidak dibayar, skor kredit pemilik identitas yang justru ikut rusak. Dampaknya panjang, mulai dari penolakan pengajuan KPR, kredit kendaraan, hingga pembiayaan lain di masa depan.

Hal ini diakui juga oleh Head of Consumer Business CBI Nora Asteria. Ia menyebut, scam hari ini banyak mengeksploitasi sisi emosional korban. Pelaku memanfaatkan rasa takut, panik, kasihan, bahkan kegembiraan seperti iming-iming hadiah.


“KTP, HP, dan akun digital itu confidential. Ketika disalahgunakan, konsekuensi finansial maupun hukum tetap jatuh kepada pemilik data,” ujarnya di Jakarta.

Baca juga: 5 Tips Penting agar Kamu Enggak Mudah Kena Scam di Media Sosial!

Pemantauan Skor Kredit Jadi Senjata Perlindungan Utama

Di tengah meningkatnya risiko penyalahgunaan identitas, teknologi pemantauan skor kredit menjadi semakin relevan. Aplikasi seperti SkorKu hadir untuk membantu masyarakat memantau pergerakan skor kredit, mendeteksi aktivitas yang mencurigakan, dan memahami cara melindungi data finansial.

Aplikasi ini gunanya memberikan edukasi mengenai larangan berbagi OTP, KTP, atau akses akun digital, serta pentingnya memahami batas privasi bahkan dalam lingkup keluarga.

“Keamanan finansial bukan hanya urusan teknologi, tapi juga hubungan personal dan kesadaran individu,” jelas Nora.

Sementara itu, kata Nora, literasi keuangan harus mencakup batas privasi dan hak kita untuk menolak permintaan data, bahkan dari orang terdekat.

Baca juga: Telegram OTP Scam Bisa Akibatkan Kejahatan Cyber dengan Mencuri Uang di ATM Mobile

OJK Perkuat Gerakan Nasional Lawan Penipuan

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat peningkatan signifikan terhadap penipuan dan aktivitas keuangan ilegal. Sejak 19 Agustus 2025, pemerintah meluncurkan Kampanye Nasional Berantas Scamsebagai langkah edukasi dan proteksi masyarakat.

Komitmen ini kembali ditegaskan dalam Forum Group Discussion (FGD) Penguatan Fungsi Pemberantasan Scam yang diadakan Satgas PASTI pada 20–12 Oktober 2025.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Hati-hati! Fenomena Scam Lingkungan Terdekat Meningkat, Bisa Jadi Keluargamu Sendiri

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!