Ilustrasi Free Wifi (dte.telkomuniversity.ac.id)
INDOZONE.ID - Fasilitas Wi-Fi gratis di tempat umum seperti kafe, bandara, atau mal, memang selalu menggoda untuk segera disambungkan ke perangkat ponsel pintar atau laptopmu.
Namun, di balik kemudahan akses internet cuma-cuma tersebut, ada bahaya besar yang mengancam keamanan data pribadi karena jaringan publik kerap kali tidak memiliki sistem enkripsi yang kuat.
Banyak di antara penyedia Wi-Fi gratis masih mengandalkan protokol keamanan jadul seperti WEP atau WPA, yang sudah usang dan dipenuhi kelemahan serius.
Celah keamanan yang longgar ini menjadi pintu masuk yang sangat empuk bagi para pelaku kejahatan siber, untuk menyusup dan memantau aktivitas digitalmu tanpa disadari.
Baca juga: Ubisoft Tutup Perjalanan Assassin's Creed Shadows Lewat Update Cerita Terakhir dan Konten Endgame
Tanpa adanya pelindung yang memadai, segala informasi penting yang kamu kirimkan bisa dengan mudah diendus oleh orang asing yang terhubung di jaringan yang sama.
Biar kamu bisa lebih waspada dan tidak menjadi korban peretasan berikutnya, yuk simak poin-poin mengenai 6 ancaman utama Wi-Fi publik berikut ini:
Ancaman berbahaya ini terjadi saat seorang peretas berhasil menyusupkan dirinya secara diam-diam tepat di antara perangkat pribadimu dan router Wi-Fi utama.
Akibatnya, pelaku bertindak sebagai perantara nakal yang bebas menyadap, membaca, dan mengumpulkan semua data penting yang sedang kamu kirimkan atau terima saat berselancar di internet.
Baca juga: Apple Disebut Tunda Peluncuran iPhone 18 hingga 2027, Fokus iPhone 18 Pro dan iPhone Lipat
Kamu dijamin tidak akan menyadari interseptasi ini karena koneksimu terlihat berjalan normal, padahal seluruh kata sandi akunmu sedang dikuras habis.
Menggunakan bantuan perangkat lunak khusus seperti Wireshark, pelaku kejahatan bisa dengan mudah menangkap dan menganalisis paket data yang lalu lalang di jaringan udara publik.
Jika kamu nekat mengakses situs web lama yang belum dilengkapi enkripsi HTTPS, maka seluruh pesan teks, email, hingga nomor kartu kreditmu akan terbaca dalam bentuk teks biasa.
Data-data sensitif milikmu yang terkumpul dalam jumlah besar tersebut nantinya bisa dijual oleh peretas ke pasar gelap dark web demi keuntungan finansial mereka.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Dte.telkomuniversity.ac.id