Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 11 JUNI 2026 • 17:03 WIB

Meutya Hafid: Keberhasilan AI Tak Hanya Soal Teknologi, Tapi Juga Keamanan Data

Meutya Hafid: Keberhasilan AI Tak Hanya Soal Teknologi, Tapi Juga Keamanan DataMenteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyampaikan pidato saat Bravo 500 Summit 2026 di Jakarta, Kamis (11/6/2026). (ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha)

INDOZONE.ID - Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menegaskan bahwa perkembangan kecerdasan artifisial (AI) harus mampu mendorong kemajuan bangsa sekaligus menciptakan ekosistem digital yang aman dan nyaman bagi masyarakat.

Menurutnya, di tengah semakin luasnya pemanfaatan AI dan integrasi data di berbagai sektor, perlindungan masyarakat dari berbagai risiko digital menjadi hal yang sangat penting. Risiko tersebut mencakup penyalahgunaan data pribadi, paparan konten yang berbahaya, hingga meningkatnya kecenderungan adiksi terhadap teknologi digital.

Karena itu, pemerintah memandang bahwa upaya memperkuat keamanan dan perlindungan pengguna harus berjalan beriringan dengan percepatan transformasi digital nasional, sehingga manfaat teknologi dapat dirasakan secara optimal tanpa mengabaikan aspek keselamatan masyarakat.

Baca juga: Meutya Hafid Kecam Israel Tahan Jurnalis Indonesia dalam Misi Kemanusiaan ke Gaza

Menurut Meutya, keberhasilan AI tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi atau nilai ekonomi yang dihasilkan, tetapi juga oleh kemampuan seluruh pemangku kepentingan menjaga kepercayaan publik.

Karena itu, Indonesia memilih membangun tata kelola AI yang menempatkan inovasi dan pelindungan masyarakat sebagai dua hal yang harus berjalan beriringan.

"Keberhasilan AI tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologinya, tetapi juga oleh kemampuan kita mengelola data secara aman, etis, dan bertanggung jawab," ujar Meutya Hafid dalam acara XLSmart Bravo 500 Summit 2026 di Jakarta Selatan, Kamis (11/06/2026).

Pemerintah saat ini tengah menyiapkan dua Peraturan Presiden mengenai AI, yakni Perpres Etika AI dan Perpres Peta Jalan AI.

Regulasi tersebut akan menjadi payung pengembangan AI nasional yang dibangun di atas empat fondasi utama, yaitu tata kelola digital yang transparan, infrastruktur yang andal, pengelolaan data yang aman, serta talenta digital yang kompetitif.

"Fondasi ini menjadi prasyarat bagi pemanfaatan AI yang etis dan tepat guna," ujar Menteri Meutya.

Dalam tahap awal, pemerintah memfokuskan pengembangan AI pada sepuluh sektor prioritas nasional, meliputi ketahanan pangan, kesehatan, pendidikan, ekonomi dan keuangan, reformasi birokrasi, politik, hukum dan keamanan, energi dan lingkungan, perumahan, transportasi dan infrastruktur, serta seni dan ekonomi kreatif.

Sektor-sektor tersebut dipilih untuk mendorong produktivitas, memperkuat pelayanan publik, dan mendukung pembangunan nasional yang lebih inklusif.

Baca juga: Menkomdigi Meutya Hafid Tekankan Literasi Digital Anak, Soroti Bahaya Kecanduan Gadget

"Mari kita pastikan adopsi AI dan integrasi data terus mendorong inovasi serta menghadirkan manfaat nyata yang adil dan merata bagi dunia usaha, masyarakat, termasuk perempuan, untuk kemajuan bangsa," pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pers Rilis

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Meutya Hafid: Keberhasilan AI Tak Hanya Soal Teknologi, Tapi Juga Keamanan Data

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!