Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 10 JUNI 2026 • 12:29 WIB

AI Makin Canggih, Menaker Minta Negara Asia Pasifik Kompak Siapkan Pekerja Masa Depan

AI Makin Canggih, Menaker Minta Negara Asia Pasifik Kompak Siapkan Pekerja Masa DepanMenaker Yassierli di Asia Pacific Group Ministerial Meeting dalam rangkaian Konferensi Perburuhan Internasional (International Labour Conference/ILC) ke-114 di Jenewa, Swiss. (Dok. Biro Humas Kemnaker)

INDOZONE.ID - Perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (AI) memang membuka banyak peluang baru.

Namun di sisi lain, kemajuan ini juga memunculkan kekhawatiran karena sejumlah pekerjaan berpotensi bergeser atau bahkan hilang.

Karena itu, upaya meningkatkan keterampilan tenaga kerja menjadi semakin penting agar pekerja tetap mampu bersaing di pasar kerja yang terus berubah. 

Hal tersebut menjadi salah satu fokus yang disampaikan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli saat menghadiri Asia Pacific Group Ministerial Meeting dalam rangkaian Konferensi Perburuhan Internasional (International Labour Conference/ILC) ke-114 di Jenewa, Swiss.

Baca juga: Menaker Tekankan Kemitraan Strategis Pekerja dan Perusahaan di Era Hadirnya AI

Dalam forum tersebut, Yassierli mengajak negara-negara anggota Asia Pacific Group (ASPAG) untuk memperkuat kerja sama di bidang pelatihan dan pengembangan keterampilan tenaga kerja guna menghadapi tantangan dunia kerja di era digital.

"Indonesia percaya, kerja sama antarnegara kini semakin penting. Tantangan ketenagakerjaan tidak bisa dihadapi sendiri. Kekuatan kita ada pada kemauan untuk saling berbagi praktik baik dan saling belajar," kata Yassierli, Selasa (9/6/2026).

Menurutnya, kawasan Asia Pasifik saat ini menghadapi berbagai tantangan ketenagakerjaan yang semakin kompleks. 

Mulai dari tingginya angka pengangguran, meningkatnya jumlah pekerja informal, hingga risiko pergeseran pekerjaan akibat disrupsi teknologi dan AI.

Selain itu, negara-negara di kawasan juga dituntut untuk menghadirkan kebijakan ketenagakerjaan yang lebih inklusif agar seluruh kelompok masyarakat memiliki kesempatan yang sama dalam memperoleh pekerjaan dan peningkatan keterampilan.

Yassierli menilai kolaborasi antarnegara menjadi kunci untuk menghadapi tantangan tersebut. 

Melalui kerja sama, setiap negara dapat saling berbagi pengalaman, kebijakan, hingga praktik terbaik dalam mempersiapkan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri masa depan.

Di Indonesia sendiri, pengembangan keterampilan tenaga kerja menjadi salah satu prioritas pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. 

Langkah ini dilakukan untuk mengurangi kesenjangan antara kemampuan pencari kerja dan kebutuhan industri yang terus berkembang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Biro Humas Kemnaker

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

AI Makin Canggih, Menaker Minta Negara Asia Pasifik Kompak Siapkan Pekerja Masa Depan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!