Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Minggu, 05 APRIL 2026 • 20:11 WIB

Menaker Tekankan Kemitraan Strategis Pekerja dan Perusahaan di Era Hadirnya AI

Menaker Tekankan Kemitraan Strategis Pekerja dan Perusahaan di Era Hadirnya AIMenteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli, (Dok. Biro Humas Kemnaker)

INDOZONE.ID - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli, mengingatkan para pekerja dan pengusaha untuk siap.hadapi disrupsi teknologi di era hadirnya kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang terus membentuk ulang dunia kerja.

 Ia menegaskan bahwa hubungan industrial perlu bertransformasi ke level yang lebih tinggi agar pekerja tidak tertinggal dan perusahaan tetap berkembang.

Pesan tersebut disampaikan Yassierli saat membuka Musyawarah Nasional Tahun 2026 FSP FARKES KSPSI di Jakarta, Kamis (2/4/2026). Ia menilai, hubungan industrial ke depan tidak cukup hanya menjaga stabilitas atau meredam konflik, tetapi harus menjadi landasan kolaborasi antara pekerja dan perusahaan untuk mendorong produktivitas sekaligus meningkatkan kesejahteraan.

“Hubungan industrial harus naik kelas. Tidak hanya harmonis, tetapi juga transformatif, di mana pekerja dan perusahaan menjadi mitra strategis yang tumbuh bersama,” ujar Yassierli seperti yang dikutip dari keterangan resminya.

Menaker Tekankan Kemitraan Strategis Pekerja dan Perusahaan di Era Hadirnya AIMenaker saat menghadiri Musyawarah Nasional Tahun 2026 FSP FARKES KSPSI (Dok. Biro Humas Kemnaker)

Menurutnya, transformasi ini menjadi semakin mendesak seiring perubahan struktur pekerjaan akibat digitalisasi. Bahkan di sektor kesehatan dan farmasi, kemajuan teknologi menuntut pola kerja yang lebih adaptif. Oleh karena itu, inovasi tidak boleh berjalan sendiri tanpa diiringi perlindungan terhadap pekerja.

Baca juga: Aplikasi Akuntansi Pintar Berbasis AI: UMKM Modern Bisa Hemat Biaya Operasional

“Ketika dunia berbicara tentang IT, otomasi, dan AI, kita harus memastikan tidak ada pekerja yang tertinggal. No one left behind. Inovasi dan produktivitas harus berjalan seiring dengan perlindungan pekerja,” katanya.

Yassierli menjelaskan bahwa hubungan industrial yang matang tidak terbentuk secara instan. Prosesnya dimulai dari kepatuhan terhadap regulasi ketenagakerjaan, kemudian berkembang melalui komunikasi terbuka, konsultasi dalam pengambilan kebijakan, kerja sama dalam penyelesaian masalah, hingga mencapai tahap kolaborasi dan kemitraan strategis.

Pada tahap tertinggi tersebut, pekerja tidak lagi dipandang sekadar sebagai faktor produksi, melainkan sebagai aset strategis perusahaan. Dengan perspektif ini, hubungan industrial tidak hanya berfungsi mencegah konflik, tetapi juga memperkuat daya saing usaha dan menjaga keberlanjutan kesejahteraan pekerja.

“Mimpi saya, semua perusahaan maturitas hubungan industrialnya naik kelas. Yang dulunya tidak ada SP/SB jadi ada SP/SB. Yang tidak ada Perjanjian Kerja Bersama (PKB) jadi punya PKB. Yang sudah punya PKB tapi pasalnya masih kering, sudah ada win-win solution. Naik kelas lagi, mulai berkolaborasi, perusahaan dan pekerja menjadi mitra bersama, mereka juga concern peduli terhadap lingkungan sekitar,” jelasnya.

Ia juga menekankan bahwa peningkatan kesejahteraan pekerja tidak dapat dipisahkan dari produktivitas. Karena itu, hubungan industrial yang sehat perlu dibangun di atas kepercayaan, keterbukaan, serta kemauan untuk mencari solusi bersama—bukan sekadar mempertentangkan kepentingan pekerja dan perusahaan.

Baca juga: Kemnaker: Waspadai Situs Palsu Mengatasnamakan Skillhub

Lebih lanjut, Yassierli mendorong agar aspirasi pekerja disampaikan secara konstruktif melalui dialog sosial yang menjunjung nilai gotong royong, kekeluargaan, dan musyawarah mufakat. Pendekatan ini diharapkan mampu mencegah konflik berkepanjangan dan menghasilkan solusi yang adil serta berkelanjutan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Biro Humas Kemnaker

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Menaker Tekankan Kemitraan Strategis Pekerja dan Perusahaan di Era Hadirnya AI

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!