Ilustrasi Grok vs ChatGPT. (REUTERS/Dado Ruvic)
INDOZONE.ID - Elon Musk kembali membuat gebrakan di dunia kecerdasan buatan lewat Grok, sebuah chatbot AI yang dikembangkan oleh startup miliknya, xAI.
Kehadiran Grok menambah daftar panjang persaingan di pasar AI generatif, bersaing langsung dengan ChatGPT milik OpenAI, Gemini dari Google, dan MidJourney di ranah kreasi visual.
Baca juga: AI Grok Punya Elon Musk Akan Hadir di Telegram dengan Sentilan Khas
Berbeda dengan ChatGPT yang cenderung formal, Grok hadir dengan kepribadian yang lebih santai, kadang nyeleneh, bahkan kontroversial.
AI ini dikembangkan menggunakan model Grok-1 yang kemudian berevolusi menjadi Grok-4, versi terbaru yang diluncurkan pada Juli 2025.
Menurut xAI, Grok terinspirasi dari The Hitchhiker’s Guide to the Galaxy, sehingga didesain untuk bisa menjawab hampir semua pertanyaan pengguna—mulai dari obrolan ringan, debat politik, sampai topik yang biasanya dihindari chatbot lain.
Elon Musk sebenarnya pernah mendirikan OpenAI bersama Sam Altman pada 2015.
Namun, ia hengkang pada 2018 karena perbedaan visi.
Setelah ChatGPT meledak pada 2022, Musk merasa tertinggal dan kemudian mengumumkan rencana membuat “TruthGPT”, AI yang katanya mencari “kebenaran maksimum.”
Nama tersebut akhirnya diganti menjadi Grok saat diluncurkan pada November 2023.
Sejak saat itu, modelnya terus diperbarui:
- Grok-1.5 (Maret 2024) dengan konteks 128.000 token
- Grok-2 dan 2 Mini (Agustus 2024) dengan kemampuan membuat gambar
- Grok-3 (Februari 2025)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Digitaltrends.com