Logo OpenAI. (REUTERS/Dado Ruvic)
INDOZONE.ID - OpenAI mengumumkan telah mencapai kesepakatan dengan Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) yang memungkinkan model kecerdasan artifisial (AI) perusahaan tersebut digunakan di jaringan rahasia milik pemerintah AS.
Berdasarkan laporan TechCrunch, pengumuman itu disampaikan langsung oleh CEO OpenAI Sam Altman. Kesepakatan ini muncul di tengah perdebatan mengenai batasan penggunaan AI untuk kepentingan militer, termasuk ketegangan antara Pentagon dan perusahaan AI lain, yaitu Anthropic.
Sebelumnya, Pentagon mendorong perusahaan-perusahaan AI agar mengizinkan model mereka digunakan untuk “semua tujuan yang sah secara hukum”.
Namun, CEO Anthropic Dario Amodei menegaskan perusahaannya membatasi penggunaan AI untuk pengawasan massal domestik serta sistem senjata otonom sepenuhnya.
Baca juga: OpenAI Siapkan Anggaran Rp9.000 Triliun demi Kuasai Komputasi AI Hingga 2030
Dalam pernyataan terpisah, Amodei menyebut Anthropic tidak menolak operasi militer tertentu secara umum, tetapi tetap mempertahankan batasan yang dinilai perlu demi menjaga nilai-nilai demokrasi.
Sam Altman menyatakan kontrak OpenAI dengan Departemen Pertahanan memuat ketentuan perlindungan yang secara tegas melarang pengawasan massal domestik dan menekankan prinsip tanggung jawab manusia dalam penggunaan sistem persenjataan, termasuk senjata otonom.
Menurutnya, pemerintah AS telah menyetujui prinsip-prinsip tersebut dan memasukkannya ke dalam kerangka hukum serta kebijakan yang berlaku, sekaligus menjadi bagian dari perjanjian kerja sama.
OpenAI juga disebut akan membangun pengamanan teknis tambahan untuk memastikan model AI digunakan sesuai ketentuan. Selain itu, perusahaan akan menempatkan tenaga ahli untuk bekerja bersama Pentagon guna mendukung implementasi dan aspek keselamatan sistem.
Baca juga: Persaingan OpenAI vs Anthropic Ciptakan Momen Canggung di Panggung KTT AI India
Altman menambahkan OpenAI mendorong agar ketentuan serupa diberlakukan secara setara bagi seluruh perusahaan AI, serta mengedepankan penyelesaian melalui kesepakatan yang wajar dibandingkan pendekatan hukum atau kebijakan yang bersifat eskalatif.
Dalam pertemuan internal, Altman juga menyampaikan bahwa pemerintah mengizinkan OpenAI membangun lapisan perlindungan sendiri guna mencegah penyalahgunaan teknologi.
Pemerintah disebut tidak akan memaksa perusahaan menjalankan tugas tertentu apabila model AI menolak melakukannya berdasarkan sistem pengaman yang telah ditetapkan.
Kesepakatan ini menandai babak baru dalam kolaborasi sektor teknologi dan pertahanan AS, sekaligus mempertegas perdebatan global mengenai batas etis dan regulasi penggunaan AI dalam ranah militer.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Tech Crunch