INDOZONE.ID - Perusahaan di balik ChatGPT, OpenAI, tengah menyiapkan langkah raksasa di dunia teknologi.
Sebuah sumber yang mengetahui masalah ini mengungkapkan kepada Reuters, Jumat (20/2/2026), bahwa OpenAI menargetkan total belanja komputasi (compute spend) sekitar $600 miliar atau setara lebih dari Rp9.000 triliun hingga tahun 2030.
Investasi kolosal ini menjadi fondasi persiapan perusahaan menuju penawaran umum perdana (IPO) yang nilainya bisa mencapai $1 triliun.
Rencana ambisius ini didukung oleh kinerja keuangan yang impresif.
Pendapatan OpenAI di tahun 2025 mencapai $13 miliar, melampaui proyeksi awal yang sebesar $10 miliar.
Baca juga: Persaingan OpenAI vs Anthropic Ciptakan Momen Canggung di Panggung KTT AI India
Di saat yang sama, efisiensi juga terjaga dengan belanja tahunan sebesar $8 miliar, di bawah target $9 miliar.
Kabar ini juga beriringan dengan langkah raksasa chip, Nvidia, yang dikabarkan hampir merampungkan investasi senilai $30 miliar di OpenAI.
Investasi ini merupakan bagian dari putaran penggalangan dana yang menargetkan lebih dari $100 miliar.
Jika terwujud, nilai perusahaan yang dipimpin Sam Altman ini akan melonjak menjadi sekitar $830 miliar, menjadikannya salah satu penggalangan dana swasta terbesar dalam sejarah.
Baca juga: AI Gemini Kini Perluas Kemampuan, Bisa Ciptakan Lagu Lewat Deskripsi Teks
Dengan suntikan dana dan belanja komputasi masif tersebut, OpenAI memproyeksikan pendapatan yang tak kalah fantastis.
Perusahaan menargetkan total pendapatan lebih dari $280 miliar pada tahun 2030, yang akan terbagi hampir merata antara unit konsumen dan perusahaan.
Namun, ambisi besar ini juga diiringi tantangan biaya operasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Reuters