Ilustrasi belajar berbicara bahasa Inggris. (Freepik)
INDOZONE.ID - Pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) mulai mengubah cara kemampuan bahasa Inggris diukur, khususnya dalam dunia pendidikan dan profesional.
Jika sebelumnya pengujian bahasa lebih menekankan aspek reseptif seperti membaca dan mendengar, kini teknologi memungkinkan penilaian keterampilan produktif, seperti berbicara dan menulis, secara lebih komprehensif.
Riset bertajuk Empowering Language Assessment: The Pioneering Role of Artificial Intelligence menunjukkan bahwa AI mampu meningkatkan efisiensi, akurasi, dan konsistensi penilaian kemampuan berbahasa.
Teknologi seperti automated essay scoring dan pengenalan suara berbasis natural language processing (NLP) dapat menilai struktur kalimat, kelancaran, hingga penggunaan kosakata dalam waktu singkat.
Kebutuhan akan proses evaluasi yang cepat dan relevan semakin mendesak seiring tuntutan dunia kerja global. Perusahaan kini menekankan kemampuan komunikasi yang spontan, jelas, dan profesional, kompetensi yang lebih tepat diukur melalui kemampuan berbicara dan menulis.
Baca juga: Tak Main-Main! Bezos dan Musk Mulai Perang Baru Lewat Data Center AI di Orbit
AI dinilai membantu menjawab kebutuhan tersebut sekaligus memperluas akses tes bahasa yang dapat dilakukan dari mana saja, sehingga lebih inklusif.
Selain penilaian, AI juga berperan dalam menyediakan lingkungan latihan virtual. Sejumlah studi menunjukkan pembelajaran adaptif berbasis AI memungkinkan peserta berlatih berbicara melalui chatbot, menulis teks, serta menerima koreksi otomatis.
Akses latihan selama 24 jam dinilai membantu proses belajar yang lebih konsisten, terutama bagi mereka yang kesulitan mengikuti pelatihan tatap muka.
Ilustrasi pembelajaran bahasa Inggris dengan pemanfaatan AI. (Ist)
Sejalan dengan perkembangan itu, EF English Proficiency Index (EF EPI) 2025 memperkenalkan penilaian kemampuan produktif berbasis teknologi AI melalui sistem EF EFEKTA.
Selama lebih dari satu dekade, EF EPI mengukur kemampuan bahasa Inggris global melalui EF SET, dan pada 2025 lebih dari dua juta orang dewasa tercatat berpartisipasi.
“AI membuka peluang baru dalam pembelajaran bahasa Inggris yang lebih personal dan adaptif,” kata Yunita Yanti, Academic Operations Manager EF EFEKTA English for Adults.
Menurut dia, penerapan AI membuat penilaian berbicara dan menulis menjadi lebih cepat tanpa mengorbankan akurasi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Press Release