Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Minggu, 14 DESEMBER 2025 • 19:20 WIB

AI Kini Jadi Strategi Utama Dunia Marketing, Brand Lokal Harus Siap Bersaing

AI Kini Jadi Strategi Utama Dunia Marketing, Brand Lokal Harus Siap BersaingExabytes MarketingFest 2025. (Indozone/Dewi)

INDOZONE.ID – Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) bukan lagi sekadar tren teknologi. Tapi sekarang sudah menjadi strategi baru di dunia marketing.

Transformasi ini menuntut brand untuk tidak hanya canggih secara teknologi, tetapi juga tetap relevan secara manusiawi.

Laporan McKinsey Global Survey on AI mencatat, lebih dari 70 persen perusahaan global kini telah mengintegrasikan AI ke dalam fungsi bisnis dan pemasaran. 

Mulai dari analitik pelanggan, personalisasi konten, hingga otomatisasi pengambilan keputusan. Fakta ini menegaskan bahwa AI telah berevolusi dari sekadar alat pendukung menjadi pilar strategis dalam membangun daya saing brand.

Baca juga: Meta Dorong 3,4 Miliar Pengguna AI Terus Aktif, Kini Bisa Optimasi Iklan hingga Pemanfaatan Bisnis


Human dan AI, Arah Baru Dunia Marketing

Jika sebelumnya marketer berfokus pada eksekusi kampanye, kini perannya berkembang menjadi pengambil keputusan strategis berbasis data, predictive insight, serta pemahaman mendalam terhadap perilaku konsumen yang semakin dipengaruhi oleh AI.

Di tengah masifnya otomatisasi, diferensiasi brand tidak lagi ditentukan oleh siapa yang paling cepat menggunakan teknologi, melainkan oleh siapa yang mampu menjaga konteks, relevansi, dan kepercayaan dalam setiap interaksi dengan konsumen.

Baca juga: Trump Akhirnya Setujui Nvidia Jual Chip H200 ke Cina, Apa Dampaknya untuk Teknologi AI?

AI Bukan Sekadar Efisiensi, tapi Penambah Nilai

Dalam sesi konferensi pers, VP and Country Manager Exabytes Indonesia Indra Hartawan, menegaskan bahwa AI kini bukan lagi sesuatu yang asing, bahkan bagi pelaku UMKM. Dalam satu tahun terakhir, adopsi AI berkembang sangat pesat, didorong oleh kebutuhan bisnis yang semakin dinamis.

“Implementasi AI harus mengutamakan penambahan nilai, bukan sekadar efisiensi. Tantangan terbesar hari ini adalah adaptasi perilaku dan mindset. AI adalah masa depan, bukan lagi pilihan. Brand yang bertahan adalah brand yang mampu memadukan teknologi dengan nilai kemanusiaan sebagai DNA-nya,” ujar Indra di sela acara MarketingFest 2025 di Jakarta. 

Melalui berbagai inisiatif seperti Eve (Exabytes AI Smart Assistance) dan pengembangan AI Hosting, Exabytes berupaya menghadirkan solusi AI yang lebih praktis dan mudah diakses.

AI, Engagement, dan Edukasi Bisnis

Dari sisi customer engagement dan pembayaran digital, SVP Marketing DOKU Ayu Sawitri Hapsari menyoroti pentingnya AI dalam membantu bisnis menjadi lebih efektif dan tepat sasaran. Namun, ia menekankan bahwa edukasi tetap memegang peranan krusial.

“AI membantu bisnis menjadi lebih terarah. Tapi edukasi tetap kunci, agar pelaku usaha benar-benar memahami informasi yang mereka terima sesuai dengan kebutuhan dan kesiapan bisnis masing-masing,” jelas Ayu.

Strategi Digital di Era Ekosistem AI

Sementara itu, Muhammad Ilman Akbar, Founder DailySEO ID, mengungkapkan bahwa indikator keberhasilan pemasaran digital juga mengalami pergeseran signifikan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

AI Kini Jadi Strategi Utama Dunia Marketing, Brand Lokal Harus Siap Bersaing

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!