INDOZONE.ID - Phoenix Labs, pengembang di balik 'Dauntless' dan 'Fae Farm', baru-baru ini mengumumkan bahwa mereka telah memberhentikan sebagian besar stafnya.
Keputusan sulit ini menjadi gelombang kedua pemutusan hubungan kerja (PHK) yang terjadi di studio tersebut. Sebelumnya, mereka mengalami PHK besar-besaran pada bulan Mei.
Pada saat itu, sekitar 140 karyawan dilaporkan terdampak akibat pembatalan proyek dan restrukturisasi internal.
Dalam sebuah pernyataan resmi, Phoenix Labs menyampaikan, keputusan sulit yang diambil pihak perusahaan merupakan langkah untuk menyelamatkan operasional studio.
“Hari ini adalah hari yang penuh tantangan bagi kami. Kami telah membuat keputusan sulit untuk memisahkan sebagian besar tim kami, sebuah langkah yang tak terhindarkan namun diperlukan demi kelangsungan operasi studio kami,” tulisnya.
Baca Juga: Ubisoft Resmi Hentikan XDefiant di 2025, Studio San Francisco dan Osaka Ditutup Pasca PHK Massal
Mereka juga menambahkan, kontribusi para staf yang terdampak sangat dihargai, dengan menyebutkan bakat dan dedikasi mereka yang telah memberikan dampak besar pada perusahaan. Terlebih, pada kedua game yang mereka kembangkan, yakni 'Dauntless' dan 'Fae Farm'.
Meskipun banyak staf yang terkena PHK, Phoenix Labs berjanji untuk memberi tahu pemain, tentang apa yang akan terjadi dengan kedua game tersebut dalam beberapa minggu mendatang.
“Fokus utama kami saat ini adalah mendukung transisi bagi rekan-rekan kami yang terdampak,” kata pernyataan itu.
Mereka juga mengajak rekan-rekan di industri game untuk memberikan dukungan kepada staf yang terdampak PHK, dan menilai para pekerja itu sebagai beberapa orang terbaik dalam dunia pengembangan game.
Phoenix Labs, yang didirikan pada tahun 2014 tiga mantan pengembang Riot Games, telah meluncurkan dua game besar, yaitu 'Dauntless' pada tahun 2019, dan 'Fae Farm' pada tahun lalu.
Kedua game ini diterima dengan cukup baik oleh para kritikus. Studio ini juga sedang mengembangkan beberapa proyek baru yang mencakup berbagai genre, seperti fantasi, fiksi ilmiah, aksi, dan strategi.
Gelombang PHK ini menambah daftar pemutusan hubungan kerja yang terjadi di industri game, mengikuti langkah Ubisoft yang baru-baru ini mengonfirmasi PHK sebanyak 185 karyawan di Eropa akibat upaya restrukturisasi besar-besaran.
Dengan penutupan Ubisoft Leamington dan pemangkasan staf di beberapa kantor lainnya, kedua perusahaan itu menunjukkan bagaimana perusahaan besar di industri game harus menghadapi tantangan besar terkait efisiensi dan operasional.
Baca Juga: Tencent Konfirmasi PHK di Sharkmob London, Apa yang Terjadi?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Videogameschronicle.com