Fungsi Tombol Blokir di X Akan Berubah: Akun yang Diblokir Masih Dapat Melihat Postingan Publik
INDOZONE - X, yang sebelumnya dikenal sebagai Twitter, baru-baru ini mengumumkan perubahan besar pada fitur blokirnya.
Menurut informasi yang dikonfirmasi oleh Elon Musk, pemilik X, perubahan ini akan membuat akun yang telah diblokir masih dapat melihat postingan publik dari pengguna yang memblokir mereka.
Meskipun akun yang diblokir tidak akan bisa berinteraksi, seperti memberi balasan, mengutip, atau me-retweet, mereka tetap bisa melihat konten yang diposting oleh akun yang memblokir. Perubahan ini memicu banyak pertanyaan mengenai dampaknya terhadap privasi dan keamanan pengguna.
Konfirmasi Elon Musk tentang Perubahan Blokir
Penemuan ini pertama kali dilakukan oleh peneliti aplikasi independen, Nima Owji, yang memperhatikan perubahan di situs web X. Musk mengonfirmasi hari Senin bahwa fitur blokir hanya akan mencegah akun yang diblokir dari berinteraksi, namun tidak melihat postingan publik.
This means that messages like "You have been blocked" that typically appear when trying to visit the profile of someone who has blocked you may not be displayed anymore. Di sisi lain, akun yang telah diblokir masih bisa melihat postingan publik seakan-akan mereka adalah pengguna reguler.
Baca Juga: X Buka Lowongan untuk Staf Keamanan dan Keselamatan Setelah Dua Tahun PHK
Alasan di Balik Perubahan Ini
Sumber dari X menjelaskan bahwa perubahan ini terjadi karena pengguna yang telah diblokir masih dapat mengakses konten publik melalui akun lain atau dengan keluar dari akun mereka.
Sebelumnya, meskipun pengguna publik memblokir akun lain, mereka masih bisa melihat postingan melalui cara yang sama. Kini, X sedang berupaya menghadapi situasi tersebut dengan menghapus pesan "Anda diblokir" namun tetap tidak memperbolehkan akun yang diblokir untuk berinteraksi lebih lanjut.
Elon Musk has also expressed his dislike for blocking features. Setahun yang lalu, ia bahkan menyebut fitur tersebut "tidak logis" dan menyarankan untuk menggantinya dengan fungsi bisu yang lebih kuat.
Musk berpendapat bahwa fitur blokir tidak efektif karena pengguna yang diblokir masih dapat menemukan cara untuk melihat postingan publik, sehingga fitur tersebut tidak berfungsi dengan baik.
Baca Juga: Pemerintah Brasil Mulai Blokir X/ Twitter karena Elon Musk Tak Taat Aturan Hukum
Pengguna dan Kekhawatiran Privasi
Untuk sebagian besar pengguna media sosial, fitur blokir merupakan sarana yang sangat diperlukan untuk menjaga diri dari pelecehan, penguntitan, atau serangan kata-kata yang negatif di platform tersebut.
Meskipun tidak dapat berinteraksi secara langsung, pengguna yang diblokir masih bisa melihat postingan publik dari pengguna yang memblokir mereka karena adanya perubahan. Ini menimbulkan kekhawatiran terhadap pelanggaran privasi, terutama untuk pengguna fitur tersebut yang ingin menghindari perilaku berbahaya.
Walaupun akun yang diblokir tak bisa berinteraksi dengan postingan, banyak pengguna merasa bahwa hanya dengan kemampuan untuk melihat postingan sudah cukup membuat mereka merasa tidak nyaman.
Dalam situasi tertentu, orang yang diblokir masih bisa melakukan pemantauan atau intimidasi melalui melihat konten yang diposting, meskipun tidak bisa berinteraksi lebih lanjut.
Baca Juga: Larangan Platform X Milik Elon Musk dan Perubahan Lanskap Media Sosial di Brasil
Perubahan Kebijakan Blokir
Perubahan pada fitur blokir bukanlah hal baru bagi platform ini. Sekitar 10 tahun yang lalu, ketika platform ini masih bernama Twitter, kebijakan serupa pernah diterapkan.
Pada tahun 2013, Twitter memperkenalkan pembaruan yang memungkinkan pengguna yang diblokir untuk melihat, mengikuti, dan bahkan berinteraksi dengan akun yang memblokir mereka.
Namun, pembaruan ini segera dicabut setelah menerima kritik yang cukup besar dari pengguna. Twitter pada saat itu langsung mengadakan pertemuan darurat untuk membatalkan kebijakan tersebut dan mengembalikan fungsi blokir yang lebih kuat.
Namun, perubahan terbaru di X tampaknya tidak sejauh kebijakan pada tahun 2013, karena interaksi masih tidak diperbolehkan di bawah pemblokiran.
Meski begitu, beberapa pengguna mungkin tidak senang dengan kebijakan baru ini, karena menganggap fitur blokir seharusnya sepenuhnya melindungi mereka dari pengguna yang diblokir.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Techcrunch.com, Theverge.com