Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 04 JUNI 2026 • 17:59 WIB

Wamen Nezar Patria: Tidak Semua Wilayah Bisa Dijangkau BTS, Satelit Jadi Solusi Pemerataan Digital

Wamen Nezar Patria: Tidak Semua Wilayah Bisa Dijangkau BTS, Satelit Jadi Solusi Pemerataan DigitalWakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria. (dok. Komdigi)

INDOZONE.ID - Pemerintah terus berupaya memperluas akses konektivitas digital ke berbagai daerah, termasuk wilayah yang masih sulit dijangkau oleh infrastruktur telekomunikasi konvensional.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, menilai teknologi satelit Non-Geostationary Satellite Orbit (NGSO), termasuk satelit Low Earth Orbit (LEO), dapat menjadi solusi pelengkap untuk menghadirkan layanan internet di daerah-daerah yang belum terjangkau jaringan Base Transceiver Station (BTS) maupun kabel serat optik.

Menurutnya, pemanfaatan teknologi satelit tersebut berpotensi mempercepat pemerataan akses digital, sehingga masyarakat di wilayah terpencil dan pelosok juga dapat menikmati layanan komunikasi serta internet yang lebih baik.

Baca juga: Hari Lahir Pancasila 2026, Wamen Komdigi Angga Raka Prabowo Soroti Ancaman Disinformasi di Ruang Digital

Menurut Wamen Nezar, tantangan geografis Indonesia yang terdiri atas ribuan pulau, kawasan pegunungan, dan wilayah terpencil membuat pendekatan pembangunan jaringan berbasis darat tidak selalu dapat menjawab kebutuhan masyarakat.

"Teknologi satelit Non-Geostationary Orbit, khususnya satelit Low Earth Orbit menawarkan solusi dengan manfaat yang sesuai dengan yang kita inginkan, terutama pada tiga dimensi utama yang sangat penting yaitu secara mendasar, secara strategis, dan juga praktis," ujarnya saat membuka Indonesia Connectivity Forum 2026 di Jakarta Pusat, Rabu (03/06/2026).

Wamen Nezar menjelaskan, dari sisi mendasar, teknologi LEO dapat membantu menghadirkan akses internet di wilayah yang sulit dijangkau atau belum layak secara komersial bagi operator telekomunikasi.

"Tidak semua tempat bisa dibangun BTS karena topografinya tidak memungkinkan untuk dibangun BTS. Jadi coba diterobos dengan cara lain, misalnya pakai kabel serat optik, atau LEO saya kira menjadi salah satu solusi," jelasnya.

Kehadiran konektivitas di wilayah yang selama ini belum terlayani dinilai penting untuk memperluas akses pendidikan, layanan kesehatan, pemerintahan digital, hingga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

Menurut Wamen Nezar, pemanfaatan teknologi NGSO juga dapat mempercepat transformasi digital daerah dan mendukung pertumbuhan ekonomi digital yang lebih merata.

"Kita tahu dengan adanya LEO atau NGSO yang bisa menghubungkan banyak titik-titik yang tidak terjangkau, transformasi digital di daerah itu bisa kita dorong lebih kuat dan digital commerce itu juga bisa bertumbuh. Jadi manfaat ekonominya juga akan sangat terasa," ujarnya.

Selain mendukung aktivitas ekonomi, teknologi satelit juga memiliki peran penting dalam menjaga layanan komunikasi saat terjadi bencana.

Ketika infrastruktur telekomtunikasi terestrial mengalami gangguan, konektivitas berbasis satelit dapat menjadi jalur komunikasi yang tetap berfungsi untuk mendukung koordinasi penanganan darurat dan pelayanan masyarakat.

"Saya kira LEO sangat spesifik dan krusial perannya. Hal itu terbukti saat bencana kemarin bagaimana ketika komunikasi terputus di wilayah Aceh, Sumut, dan Sumbar. Konektivitas yang memungkinkan di daerah-daerah itu hanya dengan LEO," kata Nezar.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pers Rilis

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Wamen Nezar Patria: Tidak Semua Wilayah Bisa Dijangkau BTS, Satelit Jadi Solusi Pemerataan Digital

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!