INDOZONE.ID - Dalam debat cawapres pertama yang telah selesai diselenggarakan, terdapat salah satu topik pembahasan menarik yang dibahas.
Topik tersebut dibahas oleh Gibran Rakabuming Raka selaku cawapres nomor urut 2 dan Mahfud Md selaku cawapres nomor urut 3. Pembahasan tersebut adalah topik mengenai Carbon Capture and Storage (CCS).
Apa itu Carbon Capture and Storage (CCS)?
Dalam upaya membangun masa depan yang berkelanjutan, solusi inovatif telah bermunculan untuk memerangi peningkatan kadar karbon dioksida di atmosfer.
Baca Juga: Studi Baru: AI Bisa Prediksi Waktu Kematian Seseorang, Akurasi Hampir 80 Persen!
Salah satu solusi yang mendapatkan momentum positif adalah Penangkapan dan Penyimpanan Karbon atau Carbon Capture and Storage (CCS). Teknologi inovatif ini menjawab tantangan lingkungan yang kita hadapi saat ini.
Carbon Capture and Storage (CCS) adalah teknologi yang dapat memerangi perubahan iklim dengan mengurangi emisi karbon dioksida (CO2). Mengutip dari International Energy Agency (IEA), ide di balik CCS adalah untuk menangkap CO2 yang dihasilkan dari proses industri dan pembangkit listrik yang menggunakan bahan bakar fosil.
CO2 yang ditangkap kemudian diangkut dan disimpan dengan aman di bawah tanah untuk mencegahnya memasuki atmosfer. Dengan demikian, kadar CO2 di atmosfer dapat berkurang dan dapat mengurangi risiko pemanasan global.
Baca Juga: Pada 28 Desember, Galileo Galilei Secara Tidak Sengaja Temukan Planet Neptunus
Pemerintah, industri, dan organisasi lingkungan hidup di seluruh dunia secara aktif terlibat dalam pengembangan dan penerapan teknologi CCS. Seiring dengan meningkatnya urgensi untuk mengatasi perubahan iklim, CCS semakin mendapat perhatian sebagai salah satu solusi penting untuk mengurangi emisi gas rumah kaca.
Mengapa CCS Penting untuk Mencegah Pemanasan Global?
Mengutip dari National Grid, The Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) menyoroti bahwa jika seluruh negara ingin mencapai ambisi Paris Agreement dan membatasi kenaikan suhu di masa depan hingga 1,5°C, seluruh pihak harus melakukan lebih dari sekadar meningkatkan upaya untuk mengurangi emisi.
Seluruh pihak yang terlibat juga perlu menerapkan teknologi untuk mengurangi kadar karbon dari atmosfer. CCS adalah salah satu teknologi yang dapat menjadi solusi dan oleh karena itu dapat memainkan peran penting dalam mengatasi pemanasan global.
Baca Juga: Polri Blokir 10.056 Website Judi Sepanjang 2023, 1.229 Rekening Diblokir!
CCS memainkan peran penting dalam mencapai tujuan mengurangi risiko pemanasan global dengan mengurangi emisi CO2 dari industri yang sulit untuk melakukan proses dekarbonisasi.
Industri tersebut seperti misalnya pembangkit listrik, pabrik baja, dan pabrik semen yang masih menggunakan bahan bakar fosil dalam proses produksinya.
Hal ini menjadikan CCS sebagai aset berharga dalam transisi menuju perekonomian yang rendah karbon dan memastikan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan pemeliharaan lingkungan.
Baca Juga: Sepakat, Israel Gandeng Intel Bangun Pabrik Chip Baru Senilai 25 miliar dollar.
Bagaimana Teknologi CCS Bekerja?
Dikutip dari National Grid, proses CCS melibatkan tiga langkah utama, yaitu: penangkapan (capture), pengangkutan (transport), dan penyimpanan (storage):
1Penangkapan (Capture): Gas CO2 akan dipisahkan dari emisi gas lain yang dihasilkan dalam proses industri. Seperti misalnya gas emisi yang dihasilkan oleh pembangkit listrik berbahan bakar batu bara dan gas alam, atau pabrik baja atau semen.
2Pengangkutan (Transport): Gas CO2 kemudian dikompres atau dipadatkan dan diangkut melalui pipa, transportasi darat, atau kapal ke lokasi penyimpanan.
Baca Juga: Microsoft Diam-diam Rilis Aplikasi Copilot untuk Android, Mau Saingi ChatGPT?
3Penyimpanan (Storage): Terakhir, CO2 yang telah dipadatkan akan disimpan ke dalam formasi batuan jauh di bawah tanah untuk penyimpanan secara permanen.
Penutup
Saat kita menghadapi tantangan perubahan iklim, Carbon Capture and Storage (CCS) muncul sebagai salah satu teknologi yang mampu menawarkan solusi praktis dan efisien untuk mengurangi emisi karbon.
Pemerintah, industri, dan aktivis lingkungan hidup harus berkolaborasi untuk mempercepat penerapan teknologi CCS.
Dengan memahami CCS kita dapat berpikir dan memahami teknologi ini secara lebih mendalam dan membuka jalan menuju masa depan yang berkelanjutan dan berketahanan.
Baca Juga: Mengenal Energi Terbarukan, Penunjang Teknologi Masa Depan yang Ramah Lingkungan
Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi dapat berjalan berdampingan dengan pelestarian lingkungan. Dengan mengambangkan teknologi CCS hal tersebut merupakan investasi untuk masa depan yang lebih bersih dan ramah lingkungan.
Writer: Ananda Fachreza Lubis
Konten ini adalah kiriman dari Z Creators Indozone. Yuk bikin cerita dan konten serumu serta dapatkan berbagai reward menarik! Let's join Z Creators dengan klik di sini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: National Grid