Rabu, 06 MEI 2026 • 12:50 WIB

Menkomdigi Meutya Hafid Tekankan Literasi Digital Anak, Soroti Bahaya Kecanduan Gadget

Author

Menkomdigi, Meutya Hafid. (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)

INDOZONE.ID - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) RI, Meutya Hafid menekankan pentingnya menanamkan kesadaran digital sejak usia dini, agar generasi muda mampu memanfaatkan teknologi secara bijak, aman, dan bertanggung jawab.

Dalam kegiatan Sahabat TUNAS NTB yang digelar di Madrasah Tsanawiyah Hidayatul Athfal Rebila pada Selasa (05/05/2026), Meutya turut berinteraksi langsung dengan para siswa lewat dialog terbuka. 

Dalam kesempatan itu, Meutya mendengar langsung kebiasaan mereka saat menggunakan internet, media sosial, hingga game online. Ia mencatat, banyak siswa menghabiskan waktu lebih dari tiga jam setiap hari di dunia digital.

Baca juga: Meutya Hafid Tegaskan WFH Jumat Tak Boleh Ganggu Layanan Publik

Meutya menegaskan dengan tegas menyebut “Yang paling kuat adalah kesadaran diri, bukan sekadar pengawasan. Begitu kamu paham sesuatu merugikan masa depanmu, kamu sendiri yang harus berhenti. Itu kekuatan sesungguhnya,” ujarnya.

Meutya Hafid menambahkan penggunaan berlebihan berpotensi menimbulkan kecanduan yang berdampak pada prestasi belajar, hubungan dengan orang tua, serta kesehatan mental siswa.

Pemerintah, melalui Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS), telah menetapkan kebijakan pembatasan akses anak terhadap platform digital berisiko hingga usia tertentu.

Menurut Meutya, kebijakan ini bukan keputusan sepihak, melainkan didasarkan pada kajian ilmiah mendalam dari pakar psikologi, kedokteran, dan best practices berbagai negara.

“Ini adalah langkah perlindungan yang tegas agar anak-anak Indonesia tumbuh lebih siap dan mampu bersaing di era digital,” tegasnya.

Menkomdigi Meutya Hafid juga menjamin komitmen pemerintah untuk mempercepat pemerataan akses internet berkualitas di seluruh Nusa Tenggara Barat, termasuk di daerah-daerah yang masih terbatas konektivitasnya.

Baca juga: Menkomdigi Sebut Roblox Patuhi PP Tunas, Pengguna di Bawah 16 Tahun Wajib Verifikasi Usia

“Kami pastikan setiap anak Indonesia dapat mengakses dunia digital dengan aman,” ujarnya.

Dialog ini memperkuat komitmen Kementerian Komunikasi dan Digital bahwa literasi digital harus dibangun melalui kesadaran dan pemahaman langsung anak. Generasi muda Indonesia harus siap menjadi pemimpin era digital yang cerdas dan tangguh.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pers Rilis

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU