Sabtu, 21 FEBRUARI 2026 • 20:05 WIB

Ancaman Deepfake Makin Nyata, Keamanan Biometrik Perlu Diperkuat

Author

Ilustrasi ancaman deepfake. (Eliani Kusnedi)

INDOZONE.ID - Perkembangan teknologi generative Artificial Intelligence (AI) makin canggih, tapi di sisi lain juga membuat modus penipuan digital ikut naik.

Manipulasi identitas seperti deepfake sekarang bukan hanya isu film fiksi, tapi sudah jadi ancaman nyata di dunia keuangan dan layanan digital.

Metode penipuan berbasis AI semakin kompleks dan susah dideteksi kalau masih pakai sistem verifikasi konvensional. Karena itu, penguatan keamanan biometrik jadi hal yang nggak bisa ditunda lagi.

Head of AI Verihubs, Bram, mengatakan bahwa di tengah meningkatnya risiko fraud berbasis AI, kemampuan mendeteksi presentation attack jadi kunci penting untuk menjaga integritas proses verifikasi identitas digital.

Baca juga: Guncangan di Xbox: Bos Microsoft Gaming Phil Spencer Pensiun, Diganti "Orang AI"

"Di tengah meningkatnya risiko fraud berbasis AI, kemampuan mendeteksi presentation attack menjadi elemen penting dalam menjaga integritas proses verifikasi identitas digital," ujar Bram, dikutip dari Antara.

Deepfake dan Presentation Attack Jadi Sorotan

Serangan seperti deepfake, penggunaan rekaman video, masker 3D, sampai rekayasa wajah berbasis AI termasuk dalam kategori presentation attack. Tindakannya, pelaku coba menipu sistem biometrik agar mengira identitas palsu sebagai identitas asli.

Untuk menghadapi pola serangan yang makin berkembang, perusahaan teknologi identitas digital Verihubs mengumumkan telah meraih sertifikasi ISO/IEC 27001:2022 serta ISO/IEC 30107 terkait Presentation Attack Detection (PAD) untuk teknologi liveness detection yang mereka kembangkan sendiri.

ISO/IEC 27001:2022 merupakan standar internasional untuk sistem manajemen keamanan informasi. Sementara ISO/IEC 30107 menguji seberapa andal sistem biometrik dalam mendeteksi upaya manipulasi identitas, termasuk serangan berbasis AI.

Baca juga: Apa Itu Malware di Perangkat? Simak Jenis-jenis dan Cara Mengatasinya

Tantangan Baru di Sektor Keuangan

Pencapaian ini datang di saat industri perbankan dan teknologi finansial menghadapi tantangan baru, khususnya dalam proses know-your-customer (KYC) dan digital onboarding. Di era serba online, proses pembukaan rekening atau verifikasi akun memang harus cepat, tapi tetap aman.

Teknologi biometrik berbasis AI sekarang jadi salah satu komponen utama dalam ekosistem layanan keuangan digital. Banyak bank, perusahaan tekfin, hingga lembaga pemerintahan sudah mengadopsi sistem verifikasi biometrik untuk mempercepat onboarding sekaligus menjaga kepatuhan terhadap regulasi perlindungan data dan anti pencucian uang.

Baca juga: Pengertian Phishing: Termasuk Ciri-Ciri, dan Cara Menghindarinya

Dengan ancaman deepfake yang semakin realistis dan sulit dibedakan dari wajah asli, penguatan sistem liveness detection dan deteksi serangan manipulasi jadi krusial. 

Kalau tidak diperkuat, celah kecil di sistem verifikasi bisa berdampak besar pada keamanan data dan dana pengguna.

Di tengah pesatnya inovasi AI, sistem keamanan juga harus ikut naik. Bukan hanya cepat dan praktis, tapi juga tahan banting menghadapi trik-trik digital yang semakin canggih.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Antara

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU