Ilustrasi Malware. (Eliani Kusnedi)
INDOZONE.ID - Di balik semua kemudahan zaman serba canggih ini, ada juga ancaman yang sering terjadi seperti malware.
Dari yang hanya membuat muncul iklan nggak jelas, sampai yang bisa mengunci seluruh sistem dan minta tebusan, malware punya banyak jenisnya.
Biar nggak hanya panik pas kejadian, yuk kenalan dulu dengan ancaman digital satu ini.
Secara simpel, malware adalah software berbahaya yang dibuat buat merusak, mengganggu, atau mencuri data dari perangkat pengguna. Istilahnya sendiri berasal dari “malicious software”, atau perangkat lunak jahat.
Baca juga: Pengertian Phishing: Termasuk Ciri-Ciri, dan Cara Menghindarinya
Malware bisa masuk ke perangkat lewat banyak cara. Misalnya dari file unduhan sembarangan, email phishing, sampai situs web palsu yang kelihatannya meyakinkan.
Bedanya dengan virus biasa, Malware itu istilah besarnya. Malware bisa menyamar jadi aplikasi, file, bahkan terlihat seperti bagian normal dari sistem. Padahal diam-diam, dia bisa bekerja di belakang layar.
Efeknya juga beda-beda, ada yang hanya membuat perangkat lemot dan penuh iklan, tapi ada juga yang sampai mencuri data pribadi atau mengunci sistem sepenuhnya.
Pada dasarnya, semua software yang dibuat dengan niat merugikan pengguna bisa disebut malware.
Biar nggak ketuker-tuker, ini beberapa jenis malware yang umum banget ditemui.
Virus biasanya menyisipkan diri ke file atau aplikasi lain. Dia butuh aksi dari pengguna supaya aktif, misalnya saat kamu membuka file yang sudah terinfeksi. Setelah itu, baru menyebar dan membuat kerusakan.
Kalau worm lebih agresif, dia bisa menyebar sendiri lewat jaringan tanpa perlu kamu klik apa pun. Makanya, worm sering bikin jaringan atau server jadi overload karena penyebarannya cepat banget.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Telkom University