Ilustrasi Phishing. (Eliani Kusnedi)
INDOZONE.ID - Semakin canggih teknologi, semakin kreatif juga modus kejahatan digital. Salah satu yang paling sering terjadi adalah phishing.
Sebenarnya phishing itu apa sih? Yuk, kita bahas pelan-pelan agar semakin paham dan nggak gampang kejebak.
Phishing adalah salah satu bentuk kejahatan digital yang tujuannya memancing korban agar mau memberikan informasi rahasia. Biasanya pelaku mengirim pesan penting palsu lewat email, website, chat, atau bentuk komunikasi elektronik lainnya.
Baca juga: Cara Memberi Nama Lokasi di Google Maps untuk Alamat Rumah dan Bisnis
Informasi yang diincar bukan main-main, ada tiga jenis data yang biasanya jadi target:
Data ini bisa langsung dipakai untuk menipu korban, atau bahkan dijual lagi kepada pihak lain untuk aksi kejahatan berikutnya.
Biar nggak gampang ketipu, kamu perlu tahu tanda-tandanya berikut ini.
1. Meminta Informasi Pribadi
Phishing itu sifatnya manipulatif. Pelaku akan meminta korban mengisi informasi sensitif seperti username, password, kode OTP, nomor kartu debit atau kredit, hingga CVV/CVC. Biasanya lewat link yang diarahkan diklik atau file yang diminta untuk diunduh.
Perlu diingat, pihak resmi seperti pegawai bank pun tidak diperbolehkan meminta data-data tersebut. Kalau ada pesan yang minta informasi sensitif, sebaiknya langsung abaikan, blokir pengirimnya, dan laporkan ke pihak terkait.
2. Menciptakan Rasa Urgensi
Pelaku sering membuat panik. Misalnya bilang ada transaksi mencurigakan yang harus segera diblokir, promo yang mau berakhir, atau peluang bisnis yang katanya hanya berlaku hari itu saja. Akhirnya karena buru-buru dan takut rugi, korban jadi nggak sempat berpikir panjang.
3. Menggunakan Identitas Palsu
Ciri lainnya, pelaku sering mengatasnamakan instansi, perusahaan, atau bahkan teman korban. Ada juga modus pengiriman file APK lewat pesan yang mengaku dari perusahaan logistik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Bank Mas