Seorang wanita sedang menggunakan perangkat Google Glass (photo/Forbes)
INDOZONE.ID - Ingat Google Glass yang dulu sempat dianggap aneh?
Google kini sedang menyiapkan comeback besar di dunia smart glasses, tapi dengan strategi yang jauh berbeda.
Kali ini, fokus utamanya bukan lagi pada desain futuristik yang mencolok, melainkan pada software AI kacamata yang bisa masuk ke berbagai bingkai kacamata stylish.
Google literally ingin teknologi ini menyatu dengan gaya hidup sehari-hari tanpa bikin penggunanya terlihat seperti karakter film sci-fi tahun 90-an.
Strategi baru ini menjadi red flag buat para kompetitor seperti Meta dan Ray-Ban yang sudah lebih dulu mencuri panggung.
Baca juga: Rekomendasi Memilih Mechanical Keyboard: Upgrade Setup Biar Ngetik Makin Sat Set!
Google sadar bahwa tantangan terbesar kacamata pintar bukan cuma soal fitur, tapi soal estetika.
Vibes yang ingin dibangun adalah kacamata yang terlihat normal namun dibekali otak AI super cerdas.
Fokus pada platform kacamata pintar ini memungkinkan Google untuk bekerja sama dengan berbagai produsen bingkai kacamata ternama agar konsumen punya banyak pilihan gaya.
Kekuatan utama dari proyek terbaru ini tentu saja integrasi dengan Gemini AI.
FYI, kacamata ini dirancang untuk menjadi asisten visual yang bisa membantu kamu menerjemahkan teks secara real-time, memberikan navigasi jalan, hingga mengenali objek di depan mata tanpa perlu sering-sering cek HP.
Baca juga: Review Sony LinkBuds Fit & Open: Tampilan Baru yang Makin Estetik dan Ergonomis!
Pengalaman augmented reality (AR) yang ditawarkan lebih mengarah pada bantuan praktis yang literally membantu produktivitas tanpa mengganggu interaksi sosial pengguna.
Privasi juga tetap menjadi perhatian utama, belajar dari kegagalan masa lalu yang sempat memicu kontroversi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Wired.com