Ilustrasi mengaji menggunakan gedget.
INDOZONE.ID - Teknologi kecerdasan buatan (AI) telah merambah ke berbagai sektor, dan salah satu perkembangan menariknya terjadi dalam pembelajaran bahasa, termasuk mengaji di Indonesia.
Ngaji.ai, sebuah aplikasi belajar mengaji berbasis AI, menjadi langkah inovatif untuk membuat proses belajar mengaji lebih efektif dan efisien.
Belajar mengaji seringkali memerlukan bimbingan guru secara langsung, tetapi dengan adanya AI, kini pembelajaran tersebut dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja.
Ini menjadi solusi bagi banyak orang yang tidak memiliki kesempatan untuk belajar mengaji dengan guru, mengingat fakta bahwa sebagian besar penduduk Muslim di Indonesia belum bisa membaca Al-Qur'an dengan baik.
Baca Juga: Waspada! Pornografi AI Ancam Seluruh Orang di Dunia, Ini Tipsnya Biar Tetap Aman
Menurut Ketua Yayasan Indonesia Mengaji, Komjen Pol Syafruddin, sekitar 65 persen dari jumlah penduduk Muslim di Indonesia tidak memiliki kemampuan membaca Al-Qur'an.
Bahkan, Prof. Dr. H. Sutarto Hadi, M.Si., M.Sc, mantan Rektor Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin, yang kini menjadi Co-founder ngaji.ai, menemukan bahwa lebih dari 60 persen mahasiswa baru di kampusnya tidak bisa mengaji.
Ilustrasi mengaji menggunakan gedget.
Sebelum diluncurkan, ngaji.ai melibatkan ide dan perencanaan matang dari Sutarto. Fokus utama adalah memastikan bahwa pembelajaran mengaji tanpa guru tetap berkualitas dan akurat.
Dengan keyakinan bahwa gadget telah menjadi bagian tak terpisahkan dalam kehidupan manusia, ngaji.ai dirancang agar pengguna dapat belajar mengaji kapan saja dan di mana saja, sesuai dengan kebutuhan mereka.
Untuk merealisasikan ide tersebut, Sutarto bermitra dengan Vokal.ai, perusahaan pelopor dalam penerapan teknologi kecerdasan buatan di bidang teknologi bahasa.
Dengan teknologi Automatic Speech Recognition (ASR), ngaji.ai memberikan umpan balik yang akurat terhadap cara pengucapan dan pelafalan, memberikan pengalaman seolah sedang belajar dengan guru secara langsung.
Martijn Enter, CEO Vokal.ai, menyatakan antusiasme setelah Sutarto mempresentasikan ide untuk membangun aplikasi belajar mengaji.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Press Release