INDOZONE.ID - Persaingan di dunia kecerdasan buatan (AI) kian panas dan fantastis.
Nvidia, raja chip AI, mengumumkan kesepakatan raksasa dengan Amazon Web Services (AWS) untuk menjual 1 juta unit graphics processing unit (GPU) hingga akhir tahun 2027.
Angka ini belum termasuk berbagai chip lainnya yang juga akan mengalir ke raksasa e-commerce itu.
Ian Buck, Wakil Presiden Komputasi Hiperskala Nvidia, mengungkapkan kepada Reuters, Kamis (19/3/2026), bahwa pengiriman chip akan dimulai tahun ini dan berlanjut hingga 2027.
Baca juga: Mau Jadi Streamer? Kenali Saweria, Senjata Rahasia Kreator Lokal Biar Cepat Cuan!
Periode ini bertepatan dengan proyeksi CEO Nvidia Jensen Huang yang melihat peluang penjualan sebesar $1 triliun (sekitar Rp15.600 triliun) untuk keluarga chip Rubin dan Blackwell milik perusahaannya.
Kesepakatan ini ternyata jauh lebih besar dari sekadar jual beli GPU. Buck menegaskan bahwa transaksi ini mencakup berbagai macam chip Nvidia, termasuk:
Baca juga: Daftar Urutan Prosesor Intel 2026: Dari Seri Murah Hingga Teknologi AI Tercanggih.
AWS berencana menggunakan kombinasi chip Groq dan enam chip Nvidia lainnya untuk meningkatkan efisiensi inference—yaitu proses di mana sistem AI menghasilkan jawaban dan menjalankan tugas atas nama pengguna.
"Inference itu sulit. Sangat sulit," kata Buck. "Untuk menjadi yang terbaik dalam inference, tidak cukup hanya mengandalkan satu chip. Kami benar-benar menggunakan ketujuh chip tersebut."
Salah satu poin paling signifikan dari kesepakatan ini adalah dimasukkannya peralatan jaringan Connect X dan Spectrum X Nvidia ke dalam pusat data AWS.
Ini penting karena selama ini pusat data AWS menggunakan peralatan jaringan khusus yang telah mereka sempurnakan selama bertahun-tahun.
Baca juga: Platform X Tetapkan Batas Usia 16 Tahun di Indonesia, Ikuti Regulasi Perlindungan Anak
"Mereka tetap akan melakukan itu, tentu saja," kata Buck. "Tapi kami sekarang berkolaborasi untuk menerapkan Connect X dan Spectrum X untuk beban kerja penting dan pelanggan terbesar di seluruh AI bersama AWS."
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Reuters