Ilustrasi intel. (REUTERS/Dado Ruvic/Illustration)
INDOZONE.ID - Memahami urutan processor Intel dari terendah sampai tertinggi adalah langkah paling krusial sebelum Anda memutuskan untuk membeli laptop atau PC baru.
Banyak konsumen terjebak membeli perangkat mahal yang performanya tidak terpakai, atau sebaliknya, membeli laptop murah yang ternyata lemot untuk pekerjaan harian.
Dalam artikel ini, kita akan membedah kasta prosesor Intel mulai dari seri pemula hingga teknologi Intel Core Ultra terbaru, serta cara membaca kode huruf (SKU) agar Anda tidak salah pilih.
Intel mengelompokkan prosesor mereka berdasarkan segmentasi pengguna. Setiap lini memiliki jumlah core (inti), thread, dan kecepatan clock yang berbeda.
Memahami urutan ini bukan hanya soal "mana yang paling cepat", tapi soal efisiensi anggaran.
Mengacu pada standar industri terbaru, penamaan prosesor Intel kini mengalami transisi besar dari seri "Core i" menuju "Core" dan "Core Ultra". Berikut adalah panduan lengkapnya.
Jika anggaran Anda terbatas dan kebutuhan hanya untuk tugas ringan, kelompok ini adalah titik mulanya.
Baca juga: Rakit PC Baru? Kenali Dulu Perbedaan Intel dan AMD
Intel Celeron adalah tingkatan terendah dalam hierarki Intel. Dirancang untuk komputasi dasar seperti mengetik di Word, browsing ringan, dan menonton video.
Di atasnya sedikit, terdapat Intel Pentium (Gold dan Silver) yang menawarkan stabilitas multitasking lebih baik untuk pelajar.
Mulai tahun 2023, Intel perlahan menghapus nama Celeron dan Pentium, menggantinya dengan nama sederhana: Intel Processor. Biasanya menggunakan kode seri N (seperti Intel N100 atau N200).
Lini ini adalah yang paling populer di pasar. Jika Anda mencari keseimbangan antara harga dan performa, di sinilah tempatnya.
Prosesor Intel (axiooworld.com)
Core i3 (atau sekarang Core 3) adalah standar minimum untuk penggunaan laptop yang nyaman di masa kini. Ia mampu menangani multitasking ringan dengan lancar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Intel.co.id