INDOZONE.ID - OpenAI kembali menjadi sorotan setelah menghadapi kritik soal risiko penggunaan ChatGPT, termasuk kasus ketika percakapan pengguna berujung pada kondisi serius hingga fatal.
Kini, perusahaan tengah menyiapkan langkah baru untuk meningkatkan privasi, yaitu menghadirkan obrolan sementara yang dilindungi enkripsi.
Baca juga: Apa Itu Grok? AI Kontroversial Milik Elon Musk yang Jadi Pesaing ChatGPT
Apa yang Berubah di ChatGPT?
CEO OpenAI, Sam Altman, mengungkapkan bahwa fitur obrolan sementara akan segera dienkripsi.
Artinya, ketika kamu mengaktifkan mode ini, ChatGPT tidak akan mengingat riwayat percakapan sebelumnya, sehingga respon AI tidak dipengaruhi preferensi atau interaksi masa lalu.
Layaknya menggunakan mode penyamaran di browser, percakapan dalam mode ini juga tidak akan muncul di riwayat obrolan, dan tidak dipakai untuk melatih model AI.
Meski begitu, OpenAI menyebutkan bahwa data dapat tetap tersimpan hingga 30 hari untuk alasan keamanan sebelum dihapus permanen.
Mengapa Enkripsi Penting?
Salah satu masalah utama yang dihadapi ChatGPT adalah privasi.
Dalam beberapa kasus, aparat hukum bisa meminta akses ke log percakapan pengguna.
Altman mengakui bahwa hal ini dapat menjadi masalah besar ketika obrolan menyangkut topik sensitif, seperti kesehatan atau hukum.
Dengan enkripsi, catatan percakapan tidak bisa diakses sembarangan, sehingga memberikan lapisan perlindungan tambahan untuk pengguna.
Bagi banyak orang yang semakin sering berbagi cerita pribadi dengan ChatGPT, fitur ini bisa menjadi langkah penting untuk menghadirkan rasa aman.
Baca juga: GPT-5 Hadirkan Perubahan Kepribadian ChatGPT, Pengguna Terbelah Antara Suka dan Kecewa
Kapan Fitur Ini Hadir?
Sayangnya, OpenAI belum memastikan jadwal pasti kapan enkripsi ini akan dirilis.
Namun, jelas bahwa perusahaan ingin membawa pengalaman lebih privat, khususnya untuk kamu yang menggunakan ChatGPT dalam percakapan personal maupun konsultasi sensitif.
Fitur obrolan sementara dengan enkripsi di ChatGPT adalah langkah besar menuju privasi yang lebih baik.
Jika selama ini kamu khawatir percakapan bisa diakses pihak ketiga, inovasi ini bisa menjadi solusi yang menenangkan, meskipun implementasinya masih menunggu waktu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Digitaltrends.com