ChatGPT Diduga Sebabkan Pria Alami Psikosis(Sumber:digitaltrends.com)
INDOZONE.ID - Sebuah laporan medis terbaru mengungkapkan, kasus mengejutkan di mana saran dari ChatGPT diduga menyebabkan seorang pria berusia 60 tahun mengalami psikosis akibat keracunan bromida atau bromisme.
Kondisi ini jarang terjadi di era modern, namun efeknya dapat memengaruhi sistem saraf secara serius.
Baca juga: OpenAI Rilis GPT-5 di ChatGPT, Ngasih Jawaban Makin Mirip Manusia
Kisah ini bermula ketika pria tersebut membaca informasi online mengenai bahaya natrium klorida (garam dapur). Ia lalu bertanya kepada ChatGPT mengenai alternatif pengganti garam tersebut.
Menurut laporan yang diterbitkan di Annals of Internal Medicine, chatbot AI itu menyarankan natrium bromida tanpa memberikan peringatan risiko kesehatan yang jelas.
Akibatnya, pria tersebut mulai mengonsumsi garam bromida, yang pada akhirnya memicu keracunan.
Gejalanya berkembang menjadi paranoia, halusinasi visual dan pendengaran, hingga percobaan melarikan diri dari rumah sakit, yang berujung pada penahanan psikiatrik.
Bromisme adalah keracunan kronis akibat konsumsi bromida berlebihan.
Pada abad ke-19 dan awal abad ke-20, senyawa ini sempat digunakan untuk mengobati epilepsi dan gangguan saraf.
Namun, efek samping yang parah--termasuk delusi, gangguan koordinasi otot, tremor, hingga koma--membuat penggunaannya dibatasi sejak 1975 di Amerika Serikat.
Tim medis yang menangani kasus ini tidak memiliki akses ke riwayat percakapan pasien dengan ChatGPT, namun mereka berhasil menguji dan mendapatkan jawaban serupa yang tetap menyesatkan.
Bahkan dalam pengujian mereka, ChatGPT 3.5 juga memberikan rekomendasi bromida sebagai pengganti klorida tanpa peringatan medis yang memadai.
OpenAI menanggapi temuan ini dengan menekankan, pengguna tidak boleh mengandalkan AI sebagai satu-satunya sumber kebenaran atau pengganti konsultasi profesional.
Mereka juga menyebutkan, GPT-5 kini dirancang untuk mengurangi risiko informasi berbahaya dengan memberikan “penyelesaian yang aman”.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Digitaltrends.com