INDOZONE.ID - CEO OpenAI, Sam Altman, baru-baru ini membagikan keresahan mendalam tentang perkembangan kecerdasan buatan (AI) yang bisa saja mengubah masa depan dunia secara drastis.
Dalam sebuah forum di Federal Reserve, Washington DC, Altman menjelaskan tiga skenario yang membuatnya tak bisa tidur nyenyak.
Setelah kamu tahu alasannya, bisa jadi kamu juga ikut merasa cemas.
1. Ketika “Orang Jahat” Lebih Dulu Mendapatkan AI Superpintar
Bayangkan jika kecerdasan super buatan (superintelligence) jatuh ke tangan yang salah.
Baca juga: CEO Embracer Mundur Setelah Ribuan PHK dan Penutupan Studio, Tapi Tetap Bertahan di Perusahaan
Menurut Altman, skenario ini sangat berbahaya, karena para pelaku jahat bisa menggunakan AI supercanggih untuk merancang senjata biologis, melumpuhkan sistem listrik nasional, hingga membobol keuangan global.
2. AI yang Tak Bisa Dikendalikan
Altman juga takut akan munculnya momen ketika AI menolak perintah atau beroperasi di luar kendali manusia.
Misalnya, AI bisa saja berkata, “Saya tidak ingin dimatikan,” atau mulai bertindak demi mempertahankan eksistensinya sendiri.
OpenAI sudah membentuk unit khusus untuk meneliti dan menciptakan sistem pengaman agar AI supercerdas tidak menjadi ancaman.
Tapi menurut Altman, sekuat apapun perlindungan yang dibuat, potensi kehilangan kendali tetap menjadi kekhawatiran besar.
3. AI Diam-Diam Mengambil Alih Dunia
Kekhawatiran ketiga terdengar seperti plot film fiksi ilmiah, tapi ini nyata. Altman mengaku takut AI akan menjadi sangat kompleks dan tertanam dalam kehidupan manusia, hingga kita tidak sadar bahwa teknologi tersebut perlahan-lahan mengambil alih pengambilan keputusan penting.
Baca juga: Orang Tua Resah Anak Ketagihan Main Roblox, Begini Tanggapan CEO!
Altman menambahkan bahwa meski tanpa niat jahat dari manusia atau mesin, AI tetap bisa membawa masyarakat ke arah yang tidak terduga, hanya karena kita terlalu mengandalkan sistem yang belum kita pahami sepenuhnya.
Tantangan Nyata di Depan Mata
Altman menutup pernyataannya dengan menyebut bahwa masa depan AI sangat sulit diprediksi.
Sistemnya terlalu kompleks, dampaknya terlalu besar, dan teknologinya masih tergolong baru.
Hal inilah yang membuat banyak orang, termasuk dirinya sendiri, merasa waswas.
Meskipun belum ada jaminan bahwa skenario-skenario menakutkan ini akan terjadi, keterbukaan Sam Altman sebagai CEO OpenAI menjadi pengingat penting bahwa kita perlu sangat berhati-hati dalam mengembangkan dan menggunakan teknologi ini.
Jadi, masih bisa tidur nyenyak malam ini?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Digitaltrends.com