INDOZONE.ID - Ant International memperkenalkan Agentic Mobile Protocol (AMP) sebagai solusi untuk mendukung pengembangan agentic commerce, melalui sistem pembayaran berbasis kecerdasan buatan (AI) yang aman dan terintegrasi di berbagai layanan mobile.
Protokol ini dirancang untuk menghubungkan pembayaran berbasis AI dengan berbagai platform seperti dompet digital, aplikasi perbankan, hingga super app, serta dapat digunakan di berbagai perangkat mulai dari smartphone hingga wearable.
“Kami berterima kasih kepada para mitra, acquirer, dan developer atas kontribusinya dalam proyek ini. Protokol agentic untuk mobile commerce yang menjamin efisiensi dan keamanan andal akan menjadi kunci bagi bisnis, baik skala besar maupun kecil, untuk memperluas jangkauan ke berbagai pasar dengan pertumbuhan tercepat di dunia. Kami menantikan pengembangan kemitraan strategis untuk mendorong kemajuan AI commerce,” ujar Chief Innovation Officer Ant International Jiang-Ming Yang, dalam pernyataan tertulis di Jakarta (29/4/2026).
Peluncuran AMP dilakukan di tengah pertumbuhan pesat industri agentic commerce yang diproyeksikan mencapai nilai pasar sekitar 28 miliar dolar AS pada 2030, dengan tingkat pertumbuhan tahunan (CAGR) sebesar 46 persen.
Baca juga: AI Bukan Lagi Tren, Kini Jadi Kunci Efisiensi Berbasis Data Lokasi
Di sisi lain, jumlah pengguna dompet digital global juga terus meningkat dari 4,4 miliar pada 2025 dan diperkirakan melampaui 6 miliar pengguna pada 2030.
Ant International menilai, meski infrastruktur AI commerce terus berkembang, sistem pembayaran saat ini masih banyak bergantung pada mekanisme berbasis kartu sehingga belum sepenuhnya mendukung transaksi berbasis agen AI.
Melalui AMP, merchant, penyedia dompet digital, hingga pengembang AI dapat mengintegrasikan fungsi pembayaran agentic langsung ke dalam sistem mereka tanpa perlu perubahan besar pada infrastruktur yang sudah ada.
Selain itu, Ant International juga membuka akses AMP untuk membangun standar global yang dapat diaudit, sehingga transaksi antar agen AI dapat dilakukan secara aman dan efisien di berbagai platform.
AMP menawarkan sejumlah fitur utama, di antaranya peningkatan pengalaman checkout berbasis agen, integrasi yang lebih cepat, serta perlindungan transaksi melalui mekanisme jaminan pengembalian dana.
Protokol ini juga mendukung penggunaan lintas perangkat, termasuk smartwatch, kacamata AR, hingga sistem kendaraan, yang belum sepenuhnya didukung oleh sistem pembayaran konvensional.
Baca juga: Rokid AI Glasses Bisa Terjemahkan Bahasa Langsung di Depan Mata, Harga Rp11 Jutaan
Dari sisi keamanan, AMP dilengkapi arsitektur delegasi agen untuk memastikan otorisasi pembayaran tetap terkendali, serta memungkinkan pengguna memantau dan mengatur tugas agen secara fleksibel.
Sementara itu, mekanisme settlement agent-to-agent (A2A) memungkinkan transaksi mikro antar agen AI secara real-time, bahkan hingga nilai yang sangat kecil.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Press Release