INDOZONE.ID - Perkembangan teknologi geospasial telah berevolusi jauh melampaui sekadar fungsi penunjuk arah, tapi bertransformasi menjadi tulang punggung bagi efisiensi operasional dan pengambilan keputusan strategis di berbagai industri.
Integrasi data lokasi yang semakin presisi kini memungkinkan perusahaan untuk melakukan optimalisasi logistik secara real-time, memetakan potensi pasar dengan akurasi tinggi, hingga memperkuat infrastruktur kota pintar.
Di tengah pesatnya digitalisasi, pemanfaatan platform pemetaan digital bukan lagi sekadar alat bantu navigasi, melainkan sebuah instrumen krusial yang menentukan daya saing dan inovasi dalam ekosistem ekonomi berbasis data.
Baca juga: 7 Alat AI Gratis Google yang Jarang Diketahui untuk Ringkas PDF dan Kerja Cepat
Mengambil momentum 20 tahun inovasi platform peta digital, forum ini memfokuskan pembahasannya pada pemanfaatan data geospasial bagi kemajuan berbagai sektor teknologi di Indonesia.
Acara ini menjadi panggung utama bagi para pemimpin industri untuk mengeksplorasi sinergi antara Artificial Intelligence (AI) dan Location Intelligence dalam menjawab tantangan bisnis di era digital.
Sejak diluncurkan pada tahun 2005, Google Maps telah bertransformasi dari aplikasi navigasi konsumen menjadi ekosistem geospatial global.
Memasuki dekade ketiga, platform ini tidak lagi sekadar menunjukkan arah, melainkan menjadi "engine" bisnis yang krusial untuk pengambilan keputusan berbasis data lokasi.
Cakupan penggunaan teknologi lokasi yang semakin meluas di berbagai bidang menegaskan pergeseran peran data geospasial dalam ekosistem bisnis.
Solusi ini telah berkembang melampaui kebutuhan pasar tertentu dan kini menjadi komponen inti yang menentukan efisiensi perusahaan di berbagai lini industri.
"Map The Way Indonesia 2026 hadir untuk menjembatani pelaku industri dengan solusi nyata, di mana AI dan Location Intelligence digunakan untuk menjawab tantangan operasional serta mengungkap peluang pasar yang sebelumnya tidak terlihat. Tidak hanya memanfaatkan data lokasi dan AI akan kalah dalam efisiensi operasional dalam 2–3 tahun ke depan," ujar Farry Argoebie, Chief Technology Officer Terralogiq.
Pemanfaatan data geospasial di tahun 2026 semakin krusial dalam menyokong berbagai sektor strategis nasional.
Di bidang Logistik, fokus utama terletak pada transformasi efisiensi distribusi dan akurasi manajemen rute.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Siaran Pers