Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Sabtu, 25 APRIL 2026 • 17:43 WIB

Pendekatan Media terhadap Kecerdasan Buatan, Ricky Silaen di Forum AI The Next Chapter: AI bak Mesin Penggerak

Pendekatan Media terhadap Kecerdasan Buatan, Ricky Silaen di Forum AI The Next Chapter: AI bak Mesin PenggerakFounder of Indonzoe, Ricky Silaen, dalam AI the Next Chapter di Macquarie University, Sydney, pada Jumat 24 April 2026, waktu setempat. (Dok. Istimewa)

INDOZONE.ID - Founder of Indozone, Ricky Silaen, menjelaskan bagaimana pengaruh kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam perkembangan media di era modern. 

Ricky Silaen jadi salah satu pembicara dalam forum AI The Next Chapter: Your Future Indonesia’s Evolving Landscape di Macquarie University, Sydney, pada Jumat 24 April 2026, waktu setempat.

Pendekatan Media terhadap Kecerdasan Buatan, Ricky Silaen di Forum AI The Next Chapter: AI bak Mesin PenggerakFounder of Indonzoe, Ricky Silaen, dalam AI the Next Chapter di Macquarie University, Sydney, pada Jumat 24 April 2026, waktu setempat. (Dok. Istimewa)

Istilah AI ramai jadi bahan perbincangan dalam beberapa tahun terakhir karena perkembangannya yang begitu masif. Padahal, istilah AI muncul dalam konferensi Dartmouth pada 1956.

Seiring perkembangan AI, pengaplikasiannya makin ramai dipakai di berbagai bidang, termasuk media pemberitaan, terutama dunia digital.

Baca juga: Wishnutama Ajak Anak Muda Ubah Ide Jadi Nyata dalam Forum 'AI The Next Chapter' di Sydney

Pemanfaatan AI di media pemberitaan mesti diaplikasikan dengan tepat. Ketimbang berperan sebagai tombol ajaib dalam mempublikasikan berita secara otomatis dalam jumlah masif, lebih baik AI dijadikan mesin penggerak yang membantu memberikan ide tulisan sesuai target media masing-masing.

Berkaca dari Indozone yang menargetkan Milenial dan Gen Z, Ricky Silaen menilai AI membantu para jurnalis mendapatkan ide untuk menulis konten sesuai dengan kebutuhan anak muda.

“Kami mencoba mundur selangkah dari semacam tombol AI ajaib. Misalnya, bagaimana jika kita mencoba memindai tren, kemudian mencocokkannya dengan minat (pembaca). Kemudian, memberi gambaran tentang hal-hal yang dapat ditulis untuk sehari, satu jam ke depan, dan hal-hal seperti itu,” ungkap Ricky Silaen di Auditorium Macquarie University, dikutip pada Sabtu (25/4/2026).

Oleh sebab itu, Ricky Silaen memandang AI bak mesin penggerak dengan tetap menempatkan manusia di belakang kemudi. Jadi, jurnalis tetap punya kendali atas pemberitaan tanpa takut tergantikan di masa depan.

“Sepertinya itulah solusi yang dibutuhkan setidaknya saat ini. Jadi, dalam AI, kami mencoba melakukannya seperti bagaimana AI jadi mesin penggerak,” jelasnya.

“Tetap ada manusia di kursi pengemudi, yang memegang kendali. Jadi, saya pikir itu kurang lebih seperti cara berpikir kita tentang pendekatan AI terhadap media,” pungkas Ricky Silaen.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Amatan

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Pendekatan Media terhadap Kecerdasan Buatan, Ricky Silaen di Forum AI The Next Chapter: AI bak Mesin Penggerak

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!