ilustrasi assiten AI (Freepik)
INDOZONE.ID - Pernah nggak sih kamu sadar kalau sebagian besar asisten AI pakai suara perempuan semua? Nah, banyak orang mengira ini cuma soal selera atau kebetulan belaka.
Padahal, pilihan suara AI menyimpan cerita panjang soal sejarah teknologi dan cara manusia merespons suara.
Jadi, di balik suara ramah itu, ternyata ada alasan yang lebih kompleks dan menarik untuk dibahas, berikut penjelasannya.
Penggunaan suara perempuan dalam teknologi sebenarnya sudah terjadi jauh sebelum era AI.
Pada awal abad ke-20, operator telepon hampir selalu perempuan karena dianggap memiliki suara yang lebih jelas, sabar, dan menyenangkan bagi pelanggan.
Pola ini kemudian terbawa ke teknologi suara otomatis, termasuk mesin penjawab dan navigasi suara awal.
Ketika asisten digital mulai dikembangkan, suara perempuan kembali dipilih karena sudah terlanjur dianggap sebagai suara bantuan.
Tanpa disadari, kebiasaan lama ini membentuk standar desain teknologi modern hingga sekarang.
Dari sisi psikologi, banyak pengguna merasa lebih nyaman berinteraksi dengan suara perempuan.
Suara perempuan sering dipersepsikan lebih hangat, empatik, dan tidak mengintimidasi, terutama saat pengguna sedang meminta bantuan.
Baca juga: Viral Google Photos Punya Fitur AI Me Meme, Ini Manfaat dan Cara Menggunakannya
Hal ini penting karena kepercayaan pengguna menjadi kunci dalam adopsi teknologi baru seperti AI.
Saat voice assistant pertama kali diperkenalkan, suara perempuan membantu mengurangi rasa canggung atau takut terhadap teknologi.
Alhasil, interaksi terasa lebih natural dan mudah diterima oleh berbagai kalangan usia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Nationalgeographic