Proyek Perangkat AI Jony Ive dan Sam Altman Alami Kendala Teknis(Sumber:digitaltrends.com)
INDOZONE.ID - Kolaborasi besar antara Jony Ive, mantan desainer legendaris Apple, dan Sam Altman, CEO OpenAI, dikabarkan sedang menghadapi hambatan serius dalam pengembangan perangkat AI misterius yang digadang-gadang akan menjadi “iPhone-nya kecerdasan buatan”.
Pertama kali terungkap pada Oktober 2023, kerja sama antara Ive dan Altman menarik perhatian besar di industri teknologi.
Kabar tersebut semakin diperkuat ketika OpenAI resmi mengakuisisi startup io, perusahaan yang didirikan oleh Jony Ive, dengan nilai mencapai $6,5 miliar pada awal tahun 2025.
Akuisisi ini menjadi bukti nyata bahwa proyek pengembangan perangkat AI tersebut benar-benar sedang dikerjakan.
Namun, laporan terbaru dari Financial Times (FT) menyebutkan bahwa tim Ive dan Altman kini tengah menghadapi masalah teknis yang menyebabkan penundaan peluncuran.
Target rilis awal yang dijadwalkan untuk tahun depan kemungkinan besar akan mundur hingga waktu yang belum ditentukan.
Menurut sumber yang dikutip oleh FT, perangkat tersebut akan hadir dalam ukuran seukuran telapak tangan, tanpa layar, dan mampu mengenali isyarat suara serta visual dari lingkungan sekitar.
Pengguna nantinya dapat berinteraksi melalui kamera, mikrofon, dan speaker bawaan perangkat.
Menariknya, Sam Altman sempat menggambarkan desain Jony Ive sebagai “teknologi paling keren yang pernah ada di dunia”, namun hingga kini perangkat tersebut belum diperlihatkan ke publik.
Meski konsepnya terdengar futuristik, pengembangan perangkat ini ternyata tidak berjalan semulus yang diharapkan.
FT melaporkan bahwa tim menghadapi berbagai tantangan, mulai dari pengembangan perangkat lunak (software) hingga infrastruktur komputasi yang dibutuhkan untuk mendukung performa AI tingkat lanjut.
Salah satu kendala utama adalah menentukan “kepribadian” dari asisten AI yang akan digunakan. Tim juga harus memastikan bahwa fitur-fitur AI tersebut tetap aman bagi privasi pengguna.
Seorang sumber dari FT bahkan menyebut bahwa masalah kapasitas komputasi (compute) menjadi faktor besar penyebab keterlambatan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Digitaltrends.com