Berkat Analisis AI, Priyanka Chopra Jadi Bintang Sebenarnya di Film (Sumber:digitaltrends.com)
INDOZONE.ID - Film Heads of State yang tayang perdana di Prime Video pada 2 Juli 2025 sukses besar di pasar global.
Dibintangi oleh Idris Elba dan John Cena, film komedi aksi ini awalnya dipromosikan dengan menempatkan keduanya sebagai wajah utama.
Namun, sebuah analisis berbasis AI justru mengungkap fakta menarik: Priyanka Chopra Jonas adalah magnet terbesar yang membawa kesuksesan film ini.
Baca juga: Klaim Refund Rp37 Juta Berkat ChatGPT Bikin Geger, Hoax atau Kisah Nyata?
Diluncurkan langsung melalui layanan streaming tanpa melalui bioskop, keputusan Amazon MGM Studios terbukti tepat.
Hanya dalam satu bulan, film ini mencatat lebih dari 75 juta penonton global di Prime Video.
Capaian tersebut menjadikan Heads of State sebagai film keempat paling banyak ditonton sepanjang masa di platform, berada di bawah Red One, The Accountant 2, dan The Tomorrow War.
Meski banyak yang berasumsi nama besar Elba dan Cena menjadi alasan utama kesuksesan film ini, data AI justru berkata sebaliknya.
Menurut laporan Variety, tim manajemen Priyanka Chopra menggunakan Grok dan ChatGPT untuk menganalisis sentimen penonton.
Hasilnya, buzz rate atau tingkat keterlibatan penonton terhadap Chopra mencapai 50% hingga 60%, jauh lebih tinggi dibandingkan Elba dan Cena yang hanya berada di kisaran 20% hingga 25%.
Fakta ini membuktikan bahwa daya tarik global Chopra, termasuk kiprahnya di Bollywood, memberikan kontribusi signifikan terhadap popularitas film.
Manajer Chopra, Anjula Acharia, menyebut bahwa aktris asal India ini seringkali tidak dianggap sebagai “pemeran utama” dalam proyek Hollywood.
Namun, data AI menunjukkan peran vitalnya yang tak bisa diabaikan.
Meski penggunaan AI di Hollywood kerap menimbulkan kekhawatiran, terutama terkait potensi hilangnya pekerjaan, Acharia justru menilai teknologi ini bisa dimanfaatkan secara positif.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Digitaltrends.com