ilustrasi aplikasi chatting WhatsApp (pixabay/HeikoAL)
INDOZONE.ID - Pernah gak sih kamu sudah hapus kontak di WhatsApp, tapi nomornya tetap muncul lagi? Masalah ini sering bikin bingung pengguna karena ada banyak faktor yang memengaruhinya, mulai dari sinkronisasi otomatis, nomor ganda di SIM card, hingga akun Google atau iCloud.
Nah, supaya gak pusing, yuk simak cara hapus kontak WhatsApp yang muncul lagi dengan 5 tips sederhana berikut.
Logo WhatsApp (photo/REUTERS/File Photo)
Cara menghapus kontak WA permanen paling dasar adalah dengan langsung menghapusnya dari aplikasi kontak di ponsel.
- Buka aplikasi Kontak.
- Cari nomor yang ingin dihapus.
- Tekan Hapus Kontak.
- Pastikan juga menghapus salinan di SIM card dan akun Google.
- Setelah selesai, buka WhatsApp - Chat Baru - ikon tiga titik - Refresh.
Untuk pengguna iPhone: buka Contacts - pilih nomor - Edit - Delete Contact. Jika kontak masih ada, coba hapus cache WhatsApp lewat pengaturan.
Baca juga: 9 Cara Praktis Back Up Chat WhatsApp di Android dan iPhone, Gampang!
Kalau kontak tetap muncul meski sudah dihapus, kemungkinan besar masalahnya ada pada sinkronisasi otomatis. Untuk solusi hapus kontak WA yang bandel ini, kamu bisa menonaktifkan sinkronisasi terlebih dahulu.
- Masuk ke Pengaturan Sinkronisasi.
- Matikan opsi sinkronisasi kontak.
- Setelah itu, hapus nomor yang tidak diinginkan.
Dengan cara ini, kontak tidak akan tersalin ulang secara otomatis.
Baca juga: 5 Cara Mengatasi WhatsApp yang Kena Hack, Jangan Panik!
Kadang, mengatasi kontak WA tidak bisa dihapus cukup dengan menghapus cache. Cache yang menumpuk bisa bikin kontak lama tetap terlihat.
- Buka Pengaturan - Aplikasi - WhatsApp - Penyimpanan.
- Pilih hapus Cache.
- Jika belum berhasil, lanjutkan dengan Hapus Data (ingat, backup chat dulu).
Untuk iPhone, cara hapus kontak WhatsApp yang muncul lagi adalah dengan menghapus lalu menginstal ulang aplikasi, agar data lama benar-benar hilang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Wired.com