iPhone 11 Pro. (macrumors.com)
INDOZONE.ID - Apple selalu menghadirkan seri iPhone baru setiap tahunnya, lengkap dengan teknologi yang lebih modern.
Namun, kehadiran produk baru ini membuat beberapa iPhone lawas yang tidak direkomendasikan semakin tertinggal.
Di tahun 2025, ada sejumlah iPhone yang tidak layak dibeli karena sudah ketinggalan teknologi dan performanya menurun drastis.
Kalau kamu sedang mencari iPhone bekas, sebaiknya perhatikan daftar iPhone yang harus dihindari 2025 ini agar gak salah pilih.
Tampilan depan iPhone 7 (photo/Tech Crunch)
Dirilis tahun 2019, iPhone 11 series sempat jadi primadona dengan desain boba yang ikonik. Saat ini, perangkat ini masih mendapat update iOS 26 dan harganya di pasar bekas pun masih lumayan tinggi. Tapi sayangnya, iOS 26 akan menjadi update terakhir untuk seri ini.
Ditambah lagi, iPhone 11 belum mendukung 5G, refresh rate 120Hz, dan kualitas layar sudah kalah jauh dibanding seri terbaru.
Kalau dipaksakan beli di 2025, masa pakainya gak akan lama. Inilah salah satu contoh iPhone bekas yang tidak worth it di 2025.
Baca juga: 7 Fakta Beli iPhone 11 di 2025: Masih Worth It atau Lebih Baik Upgrade?
Saat hadir pertama kali, iPhone X, XR, dan XS sukses membuat gebrakan dengan desain layar penuh. Namun, kini teknologi tersebut sudah dianggap usang.
Seri ini tidak memiliki kamera ultrawide, refresh rate masih 60Hz, tidak mendukung 5G, resolusi layar rendah, dan desainnya pun tampak ketinggalan zaman. Karena itu, iPhone X series termasuk dalam daftar iPhone yang harus dihindari 2025.
iPhone SE dikenal sebagai seri murah dengan performa setara generasi baru. Tapi ada banyak kelemahan yang bikin perangkat ini gak lagi menarik di 2025.
Mulai dari baterai kecil, cepat panas, desain jadul dengan tombol home, hingga harga jual kembali yang terus jatuh.
Jadi, meski performanya masih cukup oke, alasan jangan beli iPhone lama di 2025 sangat jelas terlihat pada seri SE ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Wired.com