INDOZONE.ID - Setelah melalui masa sulit yang dipenuhi dengan gelombang PHK besar-besaran dan penutupan banyak studio game, Lars Wingefors akhirnya resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai CEO Embracer Group.
Namun, ini bukan berarti dirinya sepenuhnya meninggalkan perusahaan.
Wingefors akan melanjutkan perannya sebagai ketua eksekutif dewan direksi, fokus pada strategi jangka panjang.
Baca Juga: Sony Mulai Mundur dari Game Live Service, Fokus pada Kualitas seperti Astro Bot
Perubahan Peran, Bukan Perpisahan
Dalam pernyataannya, Wingefors mengungkapkan rasa bangganya terhadap pencapaian yang telah diraih oleh tim Embracer selama masa kepemimpinannya.
Ia menyebut bahwa kini adalah waktu yang tepat untuk fokus pada inisiatif strategis seperti akuisisi dan alokasi modal demi memastikan pertumbuhan perusahaan ke depan.
Phil Rogers Gantikan Wingefors Mulai Agustus
Sebagai pengganti, Embracer menunjuk Phil Rogers, yang saat ini menjabat sebagai wakil CEO Embracer dan CEO Crystal Dynamics – Eidos.
Rogers akan mulai menjabat sebagai CEO Embracer Group pada 1 Agustus 2025.
Dinamika Kepemimpinan: Ekspansi Cepat yang Berujung Restrukturisasi
Kepemimpinan Wingefors dikenang sebagai periode ekspansi agresif. Embracer mengakuisisi berbagai studio besar seperti:
- Gearbox Software
- Saber Interactive
- Crystal Dynamics
Dan publisher papan atas seperti Asmodee senilai €2,75 miliar.
Baca Juga: Penyebab Presiden Warner Bros. Interactive Mundur: Karena Banyak Game Gagal?
Sayangnya, strategi ini tak bertahan lama.
Setelah kesepakatan senilai $2 miliar dengan Savvy Games Group (Saudi Arabia) gagal pada 2023, Embracer harus menghadapi kenyataan pahit: ekspansi masif itu tidak berkelanjutan.
Wingefors pun mengumumkan program restrukturisasi besar-besaran yang mengakibatkan:
- Ribuan karyawan kehilangan pekerjaan
- Banyak studio ditutup atau dijual
- Volition (pembuat Saints Row) tutup pada Agustus 2023
- Free Radical Design (pengembang TimeSplitters baru) dibubarkan
- Gearbox dijual ke Take-Two Interactive
- Saber Interactive memisahkan diri dari Embracer
PHK juga menyasar studio ternama lainnya seperti Eidos-Montréal dan Crystal Dynamics.
Wingefors Akui Banyak Kesalahan
Meski tidak menyebutkan kesalahan secara rinci, Wingefors mengakui bahwa jika bisa kembali ke masa lalu, ia akan mengambil banyak keputusan berbeda.
Namun, ia juga menekankan bahwa refleksi itu mudah dilakukan setelah semuanya terjadi.
Pergantian posisi Lars Wingefors dari CEO menjadi ketua eksekutif dewan menandai babak baru bagi Embracer Group.
Setelah masa ekspansi besar yang akhirnya berujung pada krisis dan restrukturisasi, kini perusahaan bersiap memasuki fase lebih stabil dan strategis di bawah kepemimpinan Phil Rogers.
Baca Juga: Direktur Game Concord Mundur, Staf Firewalk Menunggu Nasib Mereka
Apakah ini akan menjadi awal kebangkitan kembali Embracer? Waktu yang akan menjawabnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Eurogamer.net