5 Game AAA yang Gagal Penuhi Ekspektasi Penggemarnya, Sampai Ada yang Bikin Anime untuk Tarik Peminat!
INDOZONE.ID - Siapa nih disini yang suka main game?, pasti kalian pernah atau bahkan menghabiskan banyak waktu untuk main sebuah game.
Kalian mungkin sudah tidak asing dengan salah satu istilah game yaitu game AAA.
Game AAA sendiri adalah sebuah istilah yang digunakan dalam industri video game untuk game-game yang memiliki anggaran dan pengembangan yang sangat tinggi, memiliki visual yang memukau dan gameplay serta story yang mendalam.
Tapi yang namanya game pasti tidak akan selamanya bagus dan enak untuk dimainkan.
Hal ini juga berlaku pada game AAA itu sendiri, walaupun memiliki anggaran pembuatan yang besar, tidak akan menutup kemungkinan game-game yang dibuat akan bagus selama.
Baca Juga: Tencent Dilaporkan Bakal Buat Studio Game AAA Baru di Amerika Serikat!
Berikut ada beberapa game AAA yang awalnya bagus sebelum perilisannya malah bermasalah saat rilis, bahkan ada diantaranya yang mendapat ranting jelek dan berakhir server gamenya di non-aktifkan lohhh. Penasaran apa aja gamenya, yukkk disimakk.
1. Cyberpunk 2077 (2020)
Yang pertama ada dari game garapan studio CD Projekt Red. Cyberpunk 2077 menjadi salah satu game yang sebelum perilisannya mendapat banyak sekali pujian dan respon positif dari para gamers.
Karena game tersebut mengambil konsep kemajuan teknologi dan kesenjangan sosial yang terjadi pada kota tersebut walaupun teknologi diperadaban saat itu sudah sangat maju.
Namun setelah perilisannya, Cyberpunk mendapat banyak respon negatif dari banyak player, mulai dari aspek visual dan bug didalam game yang cukup parah.
Diantaranya seperti efek ledakan yang delay, bug yang terjadi pada NPC, Rendering bangunan yang tidak mulus, sampai penyimpanan game yang sangat besar.
Baca Juga: CD Projekt Tegaskan Pentingnya Cartridge Fisik untuk Cyberpunk 2077 Versi Switch 2
Hal ini membuat perjalan CD Projekt Red sangat dramatis, karena banyaknya protes bahkan gugatan dari sekelompok yang membantu pembuatan game ini.
Para investor sempat mengajukan gugatan ke pihak CD Projekt Red karena dinilai sudah menyebabkan kerugian finasial. Pihak CD Projekt Red menyetujui gugatan tersebut.
Selama 2 tahun kebelakang, pihak CD Projekt Red berupaya memperbaiki masalah-masalah dalam Cyberpunk 2077.
Akhirnya mereka menepati janjinya, karena setelah sang developer banyak merilis berbagai patch update. Dan pada update 1.6, developer merilis DLC Cyberpunk yang sudah dinanti-nanti player, yaitu "Phantom Liberty".
Gak sampai disitu, Cyberpunk juga merilis serial animenya. Hal ini membawa dampak positif karena player yang menonton serial anime ini menjadi ingin untuk memainkan Cyberpunk 2077 kembali.
Baca Juga: 8 Game Open World Paling Sulit yang Menantang Keterampilanmu
2. Battlefield 2042 (2021)
Battlefield 2042 resmi meluncur pada 19 November 2021. Meskipun baru rilis selama 3 hari, Battlefield 2042 telah mendapat puluhan review buruk di Steam.
Berdasarkan data Battlefield 2042 mendapat review negatif dari 35.683 player. Dengan angka segitu, Battlefield menempati urutan ke-9 sebagai game terburuk di Steam.
Dengan review seburuk itu menunjukkan bahwa Battlefield 2042 memiliki kualitas game yang buruk saat peluncurannya.
Meskipun menjanjikan pertempuran modern dengan grafis kelas atas. Pada akhirnya Battlefield masih dinilai buruk dimata player.
3. Watch Dog (2014)
Berikut adanya game open world bertema hacker. Watch Dog adalah game garapan studio Ubisoft yang rilis pada tahun 2014 lalu.
Namun watch Dog dinilai sebagai game gagal dan overprise. Awalnya Watch Dog memang menarik banyak perhatian ketika muncul di E3 2012.
Banyak orang yang terkesima dengan gameplaynya yang unik karena bertema hacker serta visual yang diberikan oleh Watch Dog.
Namun Ketika game ini dirilis, Watch Dog malah mendapatkan semprotan pedas dari player karena kualitas visual dan gameplay yang ditawarkan gak sesuai dengan yang diiklan.
Hasilnya, Watch Dog masih dianggap sebagai salah satu contoh overprise di industri game. Impact dari buruknya Watch Dog masih membayangi sequelnya, yaitu Watch Dog 2 dan Watch Dog legion.
Seolah-olah gamer masih trauma dengan Watch Dog karena takutnya tidak sesuai dengan ekspetasi.
Baca Juga: GTA 6 Ditunda, Tanda Era Industri Game Lama Mungkin Sudah Tamat?
4. Marvel’s Avengers (2020)
Selanjutnya ada Marvel's Averger tahun 2020. Pada awal perilisannya Marvel's Avengers memang harus berhadapan dengan berbagai projek besar Marvel seperti Spider-man yang dikembangkan oleh Insomniac Games.
Yang mana Spider-man berhasil mengambil hati para playernya dengan cerita, gameplay dan kebebasan dalam menjelahi dunia yang ada di Spider-man. Namun hal tersebut membuat Marvel's Avengers menjadi sepi peminat.
Baca Juga: Kiana dan Blade Muncul di Teaser Game Honkai Terbaru, Netizen: Kok Kayak Pokémon Lucu Banget!
Walaupun begitu, tim marketing Square Enix tetap menjalankan rencana marketingnya seperti mengumkan bonus pre-order dan mengumkan kerja sama dengan Funko Pop dan sebagainya.
Kurangnya detil game dan cepatnya usaha marketing yang dilakukan seolah-olah memaksakan Marvel's Avengers agar cepat dirilis tanpa adanya pertimbangan dahulu.
Baca Juga: Game Terlaris di PS5 Bulan Lalu Ternyata Semua dari Xbox, Ada Minecraft dan Forza Horizon 5
5. Assassin’s Creed Valhalla (2020)
Yang Terakhir datang dari Franchise besar dari Assassin's Creed series, yaitu Assassin's Creed Valhalla tahun 2020.
Sebenarnya Assassin's Creed Valhalla cukup sukses secara komersial dan mendapatkan ulasan positif saat rilis. Tapi seiring waktu banyak kritikan negatif yang datang dari para playernya seperti
- Story game yang sangat panjang bahkan bisa sampai 100 jam tanpa adanya variasi selama bermain.
- Misi dan aktivitas dunia yang terasa berulang-ulang yang membuat para player merasa lelah ketika memainkannya dalam jangka waktu yang panjang.
- Adanya microtransaction yang mana player harus menggunakan uang sungguhan untuk mendapatkan beberapa item.
- Cerita yang dihadirkan terasa kurang kuat dengan seri pendahulunya. Dan karakter utama yaitu Eivor, dianggap kurang berkembang secara dramatis. Serta cerita yang dihadirkan terlalu banyak bercabang dari cerita utamanya.
- Assassin’s Creed Valhalla dianggap menghilangkan unsur Assassin’s Creed itu sendiri. Karena dari seri-seri sebelumnya kita dikenalkan dengan playstyle seorang assasin yang bekerja dibalik bayang-bayang dan menghabisi para musuhnya secara diam-diam. Namun di Valhalla kita hampir tidak menemukan hal itu.
- Assassin’s Creed Valhalla terlalu banyak menghadirkan DLC dan Line Service.
Namun walaupun begitu Assassin’s Creed Valhalla tetap bisa dinikmati dengan visualnya yang bagus serta kebebasan untuk mengeksplore dunia yang ada di Valhalla.
PENULIS : TRIANDRA ADIL ARIZKI
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Quora.com, Superlive.id, Games.grid.id, Kotakgame.com, Tiktok @superchallenge_id