Jumat, 10 NOVEMBER 2023 • 08:15 WIB

Perjuangan 5 Tahun Epic Game Store Belum Membuahkan Profit

Author

Epic Games vs Steam
INDOZONE.ID - Epic Game Store, platform digital game milik Epic Games, akan berusia lima tahun pada bulan Desember 2023 ini.

Namun, perjuangan Epic untuk menandingi Steam, platform digital game terbesar di dunia, belum membuahkan hasil yang manis.

Menurut laporan The Verge, bos Epic Game Store, Steve Allison, mengatakan bahwa mereka masih belum mendapatkan profit dari penjualan game yang ada pada platformnya.

Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya adalah persaingan yang ketat dari Steam.

Baca Juga: Epic Games Tuntut Google ke Pengadilan, Kenapa?

Steam telah menjadi platform digital game yang dominan selama bertahun-tahun. Platform ini memiliki lebih dari 120 juta pengguna aktif bulanan (per Agustus 2023).

Hal ini lantaran Steam menawarkan berbagai fitur yang menarik, seperti daftar game yang sangat banyak, dukungan untuk berbagai perangkat, dan fitur untuk bersosialisasi sesama pengguna yang cukup lengkap.

Epic Game Store berusaha untuk bersaing dengan Steam dengan menawarkan berbagai promosi dan diskon menarik. Salah satunya yang paling terlihat adalah adanya game gratis yang mereka sediakan nyaris setiap minggu.

Epic Games

Epic Game juga melakukan pembelian hak eksklusif beberapa game, seperti halnya Alan Wake 2 yang baru dirilis tempo hari, yang hanya bisa dibeli di Epic Game Store untuk pengguna PC.

Selain itu, Epic Game Store juga menawarkan bagi hasil dengan pengembang game yang lebih besar ketimbang Steam. Epic menawarkan 88% bagian untuk pengembang game, lebih besar ketimbang Steam yang "hanya" memberikan 70% bagian dari hasil penjualan game kepada pengembang.

Baca Juga: Epic Games Gratiskan Dua Game Seru dan Menegangkan, Klaim Sekarang!

Namun, hal ini belum cukup untuk menarik pengembang maupun pengguna ke platform Epic Game Store.

Epic Game Store juga menghadapi tantangan lain, seperti kurangnya dukungan dari pengembang game. Banyak pengembang game yang lebih memilih untuk merilis game mereka di Steam.

Ini karena Steam memiliki lebih banyak pengguna dan lebih mudah diakses.

Beberapa waktu lalu, dilaporkan juga bahwa Epic melakukan PHK karyawannya yang hingga detik ini belum dilakukan oleh perusahaan pembuat Steam, Valve.

Meskipun belum membuahkan hasil yang manis, Epic Games masih belum menyerah untuk menandingi Steam. Dalam laporan The Verge, Steve Allison masih menargetkan "pertumbuhan perusahaan" sebagai target utama dari Epic Game Store saat ini.

Hanya waktu yang akan menjawab apakah Epic Games akan berhasil menandingi Steam. Namun, dengan strategi yang tepat, Epic Games memiliki peluang untuk menjadi pesaing yang serius bagi Steam di masa depan.


Konten ini adalah kiriman dari Z Creators Indozone.Yuk bikin cerita dan konten serumu serta dapatkan berbagai reward menarik! Let's join Z Creators dengan klik di sini.

Z Creators adalah citizen jurnalis binaan Indozone yang mengirimkan materinya dan dinaikan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Z Creators

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU