Sabtu, 31 MEI 2025 • 11:32 WIB

Android Tawarkan Keamanan Lebih Proaktif, iPhone Masih Andalkan Reputasi?

Author

iPhone 16 series. (Dewi/Indozone)

INDOZONE.ID - Dalam dunia digital yang makin kompleks, label iPhone memang aman masih sering terdengar sebagai pembelaan utama bagi pengguna Apple.

Sistem tertutup iOS memang punya daya tahan kuat terhadap malware. Akan tetapi, perkembangan terbaru menunjukkan Android, terutama seri Pixel, mulai unggul dalam satu aspek krusial; deteksi penipuan berbasis kecerdasan buatan.

Google Pixel 9 Pro.

Baca Juga: Google Uji Fitur Keamanan Baru, Ponsel Android Lama Terancam Tak Bisa Akses Aplikasi Finansial

Kecerdasan Buatan Jadi Garda Terdepan Android

Google tak lagi sekadar menyebut “AI” sebagai jargon. Dalam acara Google I/O terbaru, pembaruan besar di lini keamanan memperkenalkan fitur deteksi penipuan real-time di Google Messages dan Phone.

Sistem ini mampu menganalisis pola percakapan dan mengidentifikasi tanda-tanda penipuan, seperti permintaan pembayaran atau pertanyaan soal data pribadi.

Baca Juga: 5 Risiko Rekam Retina Mata untuk Privasi dan Keamanan Data Pribadi

Saat dicurigai, sistem akan langsung memberikan peringatan melalui suara, getaran, atau tampilan visual.

Lebih dari itu, fitur ini memungkinkan pengguna langsung memblokir nomor mencurigakan atau mengakhiri panggilan tanpa harus menunggu ancaman berkembang lebih jauh.

Perlindungan Semakin Detail dengan Android 15

Android 15 membawa perlindungan di tingkat jaringan. Ketika koneksi seluler tidak terenkripsi, sistem akan memberi peringatan soal potensi penyadapan.

Baca Juga: 6 Tips Mengatur Keamanan Biometrik Agar HP Lebih Terlindungi

Selain itu, fitur Verified Calls memverifikasi identitas penelepon dari bisnis resmi, lengkap dengan logo dan lencana yang muncul di layar.

Di sisi privasi visual, Android kini menyembunyikan kode OTP saat screen sharing berlangsung. Bahkan, jika sedang mengetik kata sandi atau nomor kartu, informasi akan otomatis tersamarkan.

Pengguna juga bisa membatasi berbagi layar hanya pada satu aplikasi, memberi kontrol lebih besar terhadap keamanan data.

Ilustrasi hacker.

Baca Juga: Jaga Keamanan Digital, Meta Libatkan Orang Tua dengan Rilis Fitur Tambahan di Akun Remaja Instagram

Call Screen dan Deteksi Spam yang Makin Pintar

Google Phone kini memiliki fitur Call Screen, di mana AI akan menyaring panggilan sebelum dijawab.

AI akan menanyakan identitas penelepon serta maksudnya, dan hanya meneruskan jika dirasa aman.

Bila ada permintaan mencurigakan, seperti mematikan fitur keamanan atau mengunduh aplikasi tertentu, sistem akan langsung memberikan peringatan.

Baca Juga: Transformasi Besar di Dunia Keamanan Digital: Dari Biometrik hingga AI

Untuk pesan, Google Messages semakin pintar dalam mengidentifikasi pesan spam, seperti penipuan pengiriman barang atau lowongan kerja palsu.

Bahkan bisa langsung memindahkan pesan semacam itu ke folder spam atau menyembunyikan pesan dari nomor luar negeri yang tak dikenal.

iPhone Masih Tertinggal dalam Respons Aktif

Baca Juga: Komdigi dan Meta Bahas Keamanan Digital! Regulasi Baru Siap Lindungi Anak dari Ancaman Online

Meskipun iPhone memang aman secara struktur, pendekatannya terhadap keamanan masih reaktif. Apple belum mengimplementasikan deteksi penipuan berbasis AI secara real-time.

Di tengah meningkatnya serangan digital, pendekatan Android yang adaptif dan cerdas memberikan proteksi yang lebih relevan dengan kebutuhan masa kini.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Digital Trends

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU