Rabu, 12 FEBRUARI 2025 • 17:20 WIB

Bisakah Chatbot AI Bantu Kamu Berhenti Merokok? Ternyata Bisa Loh!

Author

Chatbot Ai

INDOZONE.ID - Chatbot AI seperti ChatGPT, sudah dapat membantu berbagai kebutuhan pekerjaan maupun pengembangan diri.

Dalam ranah ilmu kedokteran, keberadaan AI telah menunjukkan dampak luar biasa.

Penelitian menunjukkan bahwa AI dapat memberikan saran berharga kepada ahli urologi, menawarkan konseling emosional, membantu analisis gambar biologis, dan bahkan melampaui kinerja dokter dalam beberapa tugas.

Tapi, bisakah AI membantu seseorang berhenti merokok?.

Potensi Chatbot AI dalam Membantu Berhenti Merokok

Para ahli mengatakan ada potensi besar asisten AI yang bisa berkomunikasi dengan lancar. Namun, pengguna dianjurkan untuk memverifikasi informasi dari profesional medis dan sumber terpercaya.

“Chatbot berdasarkan model bahasa skala besar (LLM) dapat dirancang untuk mematuhi pedoman berhenti merokok dan prinsip-prinsip konseling,” kata Journal of Medical Internet Research.

Baca Juga: Wanita asal China Jalin Hubungan dengan Chatbot AI, Berkencan Romantis Sambil Melihat Sunset

Secara statistik, chatbot yang diuji memberikan informasi berguna sesuai dengan pedoman kesehatan masyarakat pada 57% kasus.

Namun chatbot terbaik dalam penelitian ini hanya meraih skor 72,2% ketika memberikan saran yang akurat.

Kelebihan dan Kekurangan

Hal baiknya adalah chatbot AI dapat memberikan informasi yang relevan secara intuitif dan cepat, sehingga mengurangi kebutuhan pencarian di internet.

Chatbot juga cenderung mendorong pengguna untuk mencari bantuan ahli.

Namun, ada kelemahan signifikan. Beberapa saran yang diberikan mengandung informasi keliru, terutama terkait metode berhenti merokok seperti penggunaan vape, permen karet nikotin, atau hipnosis.

Sebanyak 22% dari saran yang diberikan terindikasi sebagai misinformasi.

Chatbot Ai

Bagaimana AI Chatbot Diuji?

Tim peneliti mengembangkan chatbot khusus bernama BeFreeGPT, yang dilatih menggunakan panduan berhenti merokok dari National Cancer Institute dan rekomendasi US Preventive Services Task Force (USPSTF).

BeFreeGPT dibandingkan dengan chatbot generik berbasis GPT serta Sarah, chatbot dari WHO yang memberikan panduan kesehatan.

Baca Juga: Elon Musk Berencana Bangun Superkomputer untuk Kembangkan AI Chatbot Grok xAI

Mereka mengajukan 12 pertanyaan yang umum dicari oleh orang yang ingin berhenti merokok. Hasilnya mencerminkan harapan dan juga kehati-hatian yang harus diambil.

Bagaimana Melanjutkannya?

Apakah kamu bisa sepenuhnya mengandalkan chatbot AI untuk berhenti merokok? Jawabannya: gunakan dengan bijak, tetapi jangan sepenuhnya bergantung.

Chatbot AI harus terus disesuaikan dengan pedoman medis yang akurat.

Bagi yang ingin berhenti merokok, aplikasi seperti quitSTART yang direkomendasikan CDC, bisa menjadi pilihan.

Selain itu, aplikasi berbasis smartwatch yang mendeteksi gerakan tangan saat merokok juga menunjukkan hasil yang menjanjikan.

Namun, konsultasi dengan profesional medis tetap penting. Chatbot AI hanya alat bantu yang berguna, tetapi bukan solusi utama. Setidaknya, belum saat ini.


Konten ini adalah kiriman dari Z Creators Indozone. Yuk, bikin cerita dan konten serumu, serta dapatkan berbagai reward menarik! Let’s join Z Creators dengan klik di sini.

Banner Z Creators.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Digitaltrends.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU