Rabu, 08 JANUARI 2025 • 10:00 WIB

Marak Ai Dijadikan Solusi oleh Gen Z, Menkomdigi Ingatkan Soal Kreatif dan Tanggung Jawab

Author

Ilustrasi AI dan Menkomdigi Meutya Hafid. (Freepik, ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/rwa)

INDOZONE.ID - Kecerdasan artifisial atau AI banyak diterakpan oleh anak-anak muda, khususnya dalam mengembangkan solusi. Meski positif, namun hal itu perlu diseimbangkan dan diawasi ketat dalam penerapannya.

Hal itu diungkapkan oleh Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid seperti yang dikutip dari Antara. Ia mengingatkan pengembangan kecerdasan artifisial (AI) di Indonesia agar dilakukan secara kreatif, inovatif, dan bertanggung jawab.

Menurutnya, sangat penting untuk menjaga keseimbangan antara kebebasan berekspresi, perlindungan hak cipta, serta pengawasan yang ketat terhadap penerapan AI.

Baca Juga: Notifikasi AI Apple di iOS 18.1 Dikritik, Akurasi Informasi dan Berita Jadi Sorotan

“Kita belajar dari pengalaman negara lain, seperti Eropa, yang telah lebih dulu mengembangkan kebijakan untuk mengelola AI. Dari situ, kita bisa mengambil pelajaran berharga untuk merumuskan kebijakan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat Indonesia,” kata Meutya seperti yang dikutip dari Antara, Rabu (8/1/2025).

Menurutnya, saat ini Eropa menjadi salah satu model terbaik dalam pengelolaan teknologi AI, dengan pendekatan yang seimbang antara inovasi dan pengawasan. Oleh karena itu, Kemkomdigi telah menjalin kerja sama dengan pemerintah Jerman untuk berbagi praktik terbaik dalam pengelolaan teknologi digital.

“Kemajuan teknologi memberikan ruang kebebasan berekspresi dan kreativitas, tetapi juga tidak boleh mengabaikan perlindungan terhadap kekayaan intelektual dan kepentingan masyarakat luas,” ucap Meutya.

Baca Juga: Menkomdigi Berpesan ke Setiap Keluarga: Gunakan Internet dengan Baik untuk Cegah Judol

Di masa mendatang, pihak Kemkomdigi membuka pintu bagi masyarakat untuk memberikan masukan terkait kebijakan AI. Pendekatan pengawasan teknologi AI yang diterapkan Kemkomdigi akan melibatkan berbagai pemangku kepentingan dan mempertimbangkan masukan dari berbagai pihak.

“Kami sedang meramu kebijakan yang tidak hanya berbasis data dan regulasi, tetapi juga mempertimbangkan rasa dan kepentingan bersama. Kami ingin memastikan bahwa AI membawa manfaat besar bagi Indonesia, sambil tetap melindungi kepentingan masyarakat luas,” katanya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU