INDOZONE.ID - Laporan terbaru dari Otoritas Persaingan dan Pasar (CMA) Inggris menyoroti bahwa Apple dan Google dianggap tidak memberikan konsumen opsi browser seluler yang sebenarnya.
Mereka menyarankan agar kedua raksasa teknologi ini diperiksa lebih lanjut berdasarkan aturan digital Inggris, yang akan berlaku tahun depan.
Apple, menurut laporan itu, dituding menghambat inovasi dengan membatasi aplikasi web progresif (PWA), teknologi yang memungkinkan pengguna mengakses layanan tanpa perlu mengunduh aplikasi dari toko resmi atau membayar komisi.
Pembatasan ini dinilai memperlambat penerapan fitur-fitur baru seperti pemuatan halaman yang lebih cepat di perangkat iOS.
Baca Juga: Razer Hadirkan Skin Baru untuk Steam Deck, Bawa Nuansa Acid Funk dan Sludge yang Unik
"Teknologi seperti PWA tidak dapat sepenuhnya diterapkan pada perangkat iOS," ungkap CMA, mengacu pada dominasi Apple dan Google yang dianggap menguasai "ekosistem seluler."
Laporan itu juga menyebut bahwa kesepakatan pembagian pendapatan antara kedua perusahaan ini menurunkan insentif finansial mereka untuk bersaing di pasar browser seluler.
Apple dan Google diduga mempengaruhi pilihan pengguna dengan membuat browser mereka tampak sebagai opsi yang paling mudah digunakan.
Menanggapi laporan ini, Apple menyatakan tidak setuju dengan temuan CMA dan mengkhawatirkan dampaknya pada privasi serta keamanan pengguna.
Baca Juga: Produksi Nvidia GeForce RTX 4070 Dihentikan, Seri RTX 5000 Siap Mengambil Alih!
Sementara itu, Google membela Android sebagai platform yang terbuka, menyebutnya membantu memperluas pilihan, menurunkan harga, dan meningkatkan aksesibilitas smartphone serta aplikasi.
Langkah ini menambah tekanan pada dominasi perusahaan teknologi besar di kedua sisi Atlantik. Awal pekan ini, jaksa federal AS bahkan mengusulkan agar Google menjual browser Chrome-nya untuk mengurangi monopoli dalam pencarian daring.
Laporan akhir dari CMA dijadwalkan selesai pada Maret tahun depan. Regulator tersebut mengindikasikan kemungkinan menggunakan aturan digital baru untuk memprioritaskan investigasi lebih dalam terhadap aktivitas Apple dan Google di pasar seluler.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Japan Today