Rabu, 24 APRIL 2024 • 18:01 WIB

Satelit Konstelasi Pertama Korea yang Dinamai 'Mission BTS', Akan Diluncurkan April 2024

Author

BTS (kiri), satelit konstelasi ultra-kecil pertama Korea.

INDOZONE.ID - Satelit konstelasi ultra-kecil pertama yang diproduksi secara massal di Korea, diberi nama sesuai dengan ikon negara tersebut, yakni Mission BTS (Beginning of The Swarm).

Sesuai laporan KBS News, Rocket Lab USA yang bertugas mengawasi misi ini, secara resmi mengumumkan meluncurkan satelit tersebut melalui akun Instagram resmi mereka.

Berdasarkan foto yang dibagikan, terlihat model satelit Beginning Of The Swarm, yang memberi penghormatan kepada BTS, tertulis dengan jelas dengan bendera nasional Korea Selatan di tengahnya.

Model yang membawa satelit mikro-swarm pertama telah menjalani latihan peluncuran dan semuanya bersiap untuk peluncuran luar angkasa yang dilaporkan pada 24 April 2024.

Baca Juga: SpaceX Milik Elon Musk Dikabarkan Bangun Jaringan Satelit Mata-mata untuk Intelijen AS

Peluncuran dijadwalkan mulai pukul 10.00 hingga 11.00 (07.00 hingga 08.00 KST) di lokasi peluncuran Mahia Rocket Lab di Selandia Baru.

Satelit konstelasi pertama Korea yang diberi nama BTS

Pemberian Nama BTS di Satelit Konstelasi

Seperti yang diketahui, BTS sangat populer dan menjadi ikon Korea dengan musik-musik yang mereka liris. Salah satu konsep musik yang mereka rilis adalah berdasarkan konsep luar angkasa dan galaksi, termasuk 134340, Mikrokosmos, My Universe dengan Coldplay, dan The Astronaut dan Moon milik Jin.

Nama misi BTS yang merupakan singkatan dari awal mula gerombolan ini memiliki arti khusus karena Micro-Swarm Satellite No.1 sedang dalam tahap uji coba, dan kabarnya 11 satelite lagi akan diluncurkan nanti. Peluncuran ini mengisyaratkan arti awal mula konstelasi.

Baca Juga: NASA Hentikan Proyek Pengisian Bahan Bakar Satelit Senilai 2 Miliar USD, Kritik Kinerja Kontraktor Maxar

"Ini adalah satelit observasi Bumi yang dilengkapi dengan kamera optik resolusi tinggi yang dirancang untuk memantau bencana alam di Semenanjung Korea dengan menggabungkan pencitraan dan kecerdasan buatan (AI)" tulis Rocket Lab, seperti dilansir KBS, Rabu (24/4/2024).

Menurut Kementerian Sains dan TIK, mereka akan mengkonfirmasi keberhasilan akhir peluncuran melalui komunikasi satelit sekitar pukul 11:32 KST, 4 jam 24 menit setelah peluncuran.

Model tersebut menampilkan nama-nama institusi yang mengembangkan satelit tersebut, termasuk Korea Advanced Institute of Science and Technology (KAIST).

Lembaga Penelitian Satelit dan NeonSat, Satrec I (SI),Korea Aerospace Research Institute (KARI), dan Kementerian Sains dan ICT (MSIT) juga bergabung dengan lembaga lain.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: KBS

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU