Kamis, 04 JANUARI 2024 • 06:45 WIB

Wattpad dan Novel Remaja dengan Tema Cinta Dianggap Jadi Penyebab Krisis Standar Penulisan

Author

Aplikasi Wattpad yang mendapat kritikan.

INDOZONE.ID - Isu krisis ISBN (International Standard Book Number) di Indonesia menjadi sorotan setelah tweet promosi novel pertama seorang "seleb TikTok" memicu kritikan dari netizen di media sosial X.

Novel remaja dengan tema cinta dan karya yang diadaptasi dari Alternative Universe (AU) serta situs online seperti Wattpad dianggap sebagai penyebab krisis ISBN yang sedang terjadi.

ISBN (International Standard Book Number) adalah identifikasi unik berupa 13 digit untuk setiap buku yang terbit, mencakup informasi tentang judul, penerbit, dan kelompok penerbit.

Baca Juga: Pembelajaran Digital Dianggap Merugikan, Sekolah di Swedia Kembali Terapkan Baca Buku Cetak dan Tulis Tangan

Krisis ISBN di Indonesia menunjukkan ketidakseimbangan antara jumlah ISBN yang dikeluarkan dan kapasitasnya.

Data Perpustakaan Nasional RI mencatat bahwa sejak 2018, sebanyak 732,917 ISBN telah dikeluarkan, melebihi alokasi yang seharusnya.

Badan Internasional ISBN memberikan alokasi sebanyak 1 juta nomor ISBN untuk periode tertentu, tetapi Indonesia telah menggunakan lebih dari yang dianggarkan. Fenomena ini menimbulkan peringatan dari Badan Internasional ISBN.

Beberapa faktor yang diduga menyebabkan krisis ISBN melibatkan peningkatan publikasi yang tidak relevan, pemberian ISBN untuk buku perorangan oleh penerbit nakal, dan munculnya penerbit baru yang menerbitkan karya-karya berbasis media sosial dan platform online.

Baca Juga: Dear Book Lovers, Berikut Deretan Aplikasi Perpustakaan Digital Gratis yang Bisa Permudah Aktivitas Baca Kamu

Kombinasi antara produksi ISBN yang tidak terkendali dan munculnya penerbit baru telah menciptakan situasi di mana ISBN menjadi semakin langka.

Solusi yang diusulkan mencakup peningkatan evaluasi kelayakan penerima ISBN, peran yang lebih aktif dari Perpustakaan Nasional sebagai lembaga penanggung jawab ISBN, dan sikap bijak dari penerbit dan penulis dalam mengajukan ISBN.

Sebagai alternatif, self-publishing atau penggunaan QR Book Code Number dapat menjadi opsi untuk karya-karya yang tidak diedarkan secara umum.

Penting bagi penulis dan penerbit untuk mengutamakan kualitas publikasi daripada sekadar mendapatkan ISBN sebagai tanda gengsi, dan untuk mempertimbangkan dampaknya terhadap ketersediaan ISBN secara keseluruhan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: TikTok, ISBN

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU