INDOZONE.ID - Galileo Galilei, seorang ilmuwan asal Italia yang hidup pada tahun 1564 hingga 1642, dikenal sebagai bapak astronomi modern. Ia juga diakui sebagai penemu dari termometer pertama di dunia yang dapat berfungsi, meskipun tidak terlalu akurat.
Galileo dikenal sebagai perintis dari penggunaan metode sains eksperimental. Selain itu, ternyata Galileo juga pernah secara tidak sengaja melakukan penemuan terhadap planet baru yang sangat mengejutkan.
Galileo Galilei telah berhasil mengamati Neptunus pada 28 Desember 1612 dan 27 Januari 1613. Namun, pada kedua kesempatan tersebut, Galileo salah mengira Neptunus yang dia lihat sebagai bintang.
Dalam sejarah tercatat bahwa dia mempercayai bahwa yang dilihatnya hanyalah sebuah bintang biru, sehingga dia tidak mendapatkan pengakuan atas penemuanya terhadap planet Neptunus tersebut.
Baca Juga: Mengenal Energi Terbarukan, Penunjang Teknologi Masa Depan yang Ramah Lingkungan
Catatan dari Galileo berdasarkan hasil pengamatan yang dia lakukan, menunjukkan bahwa posisi dari bintang terdekat tidak ada dalam catatan katalog modern.
Hal ini menjadi landasan bagi Fisikawan David Jamieson dari University of Melbourne untuk menyatakan penemuan planet baru oleh Galileo,
"Telah diketahui bersama selama beberapa dekade terakhir bahwa bintang yang tidak dikenal tersebut sebenarnya adalah planet Neptunus," kata David Jamieson seperti dikutip dari Space.com, Kamis (28/12/2023).
"Simulasi yang dijalankan dengan komputer menunjukkan keakuratan dari pengamatannya yang mengungkapkan bahwa Neptunus seharusnya terlihat seperti bintang yang samar-samar, hampir persis berada di lokasi tempat Galileo mengamatinya," sambungnya.
Berdasarkan catatan Jamieson dalam sebuah tulisan yang dipublikasikan dalam Australian Physics, menunjukkan bahwa dia melihat Neptunus bergerak ketika mendekati sebuah bintang pada pengamatannya pada 28 Januari 1613. Hanya saja, Galileo tidak menindaklanjuti hasil pengamatannya tersebut.
Baca Juga: Mengintip Bunker Elit Mark Zuckerberg di Hawaii Serba Canggih Futuristik, Buat Persiapan Kiamat
"Jika saja Galileo menggunakan pengamatannya untuk mengusulkan adanya penemuan planet baru, maka hal ini akan menjadi kali pertama ditemukannya sebuah planet baru oleh umat manusia sejak zaman kuno, dan ini belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah yang tercatat," kata Jamieson dalam laman University World News.
Neptunus terlalu redup untuk dapat dilihat oleh mata telanjang manusia karena jaraknya yang jauh dari matahari.
Neptunus adalah planet pertama yang ditemukan lokasinya melalui perhitungan secara matematis.
Hingga pada akhirnya dua abad kemudian, astronom Jerman bernama Johann Galle, menjadi orang pertama yang secara resmi mengamati Neptunus pada tahun 184.
Ini dilakukan dengan menggunakan perhitungan secara prediksi, berdasarkan gangguan yang terjadi di dalam orbit dari planet Uranus.
Writer: Putri Octavia Saragih
Konten ini adalah kiriman dari Z Creators Indozone.Yuk bikin cerita dan konten serumu serta dapatkan berbagai reward menarik! Let's join Z Creators dengan klik di sini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Space.com