Selasa, 21 JULI 2026 • 13:23 WIB

Kemkomdigi Ajak Orang Tua Cegah Anak Kecanduan Gim Lewat GimTalks DARA di Bandung

Author

Kemkomdigi gelar acara GimTalks DARA di Bandung (Dok. Biro Humas Kemkomdigi)

INDOZONE.ID - Bermain gim memang bisa menjadi hiburan sekaligus sarana belajar bagi anak. Namun jika tidak diawasi, kebiasaan tersebut juga berisiko memicu kecanduan dan berdampak pada kesehatan mental maupun kehidupan sosial mereka.

Untuk membantu orang tua menghadapi tantangan tersebut, Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menggelar GimTalks DARA (Digital Addiction Response Assistance) di Bandung dengan mengusung tema "Main Gim Tetap Aman, Keluarga Jadi Nyaman".

Acara yang menjadi bagian dari roadshow GimTalks DARA 2026 ini bertujuan meningkatkan literasi digital keluarga sekaligus mengajak orang tua lebih aktif mendampingi anak agar bermain gim secara sehat, aman, dan bertanggung jawab.

Kegiatan yang berlangsung di Block71 Bandung ini dihadiri oleh orang tua, anak-anak, komunitas, media, psikolog, tenaga kesehatan, hingga pelaku industri gim. 

Baca juga: Komdigi Bongkar Sindikat Bot Spam Judi Online Terorganisir Transnasional

Selain menjadi ruang edukasi, acara ini juga menjadi wadah diskusi untuk membangun ekosistem digital yang lebih sehat dan ramah anak.

Kemkomdigi gelar acara GimTalks DARA di Bandung (Dok. Biro Humas Kemkomdigi)

Dalam sambutannya, Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Kemkomdigi, Dr. Sonny Hendra Sudaryana, S.T., M.MT, mengingatkan bahwa gim kini telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, terutama bagi anak-anak dan remaja.

"Perkembangan teknologi digital telah menjadikan gim sebagai bagian dari kehidupan masyarakat, khususnya anak dan remaja. Di satu sisi, gim dapat menjadi sarana hiburan, pembelajaran, pengembangan kreativitas, dan kemampuan berpikir strategis," ujar Dr. Sonny. 

"Namun di sisi lain, penggunaan yang tidak terkontrol dapat menimbulkan berbagai risiko, seperti gangguan kesehatan mental, penurunan prestasi belajar, berkurangnya interaksi sosial, hingga adiksi gim," sambungnya. 

Sebagai upaya mencegah risiko tersebut, Kemkomdigi menghadirkan Indonesia Game Rating System (IGRS), yaitu sistem klasifikasi gim berdasarkan usia dan kontennya.

Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Kemkomdigi, Dr. Sonny Hendra Sudaryana, S.T., M.MT (Dok. Biro Humas Kemkomdigi)

Selain itu, IGRS juga bekerja sama dengan Riliv melalui program Digital Addiction Response Assistance (DARA) yang menyediakan edukasi, asesmen awal, bimbingan, hingga layanan konsultasi bagi keluarga.

Ketua Tim Pengembangan Ekosistem Gim Kemkomdigi, Tita Ayuditya Surya, menjelaskan bahwa DARA menawarkan berbagai layanan, mulai dari modul edukasi, konsultasi melalui WhatsApp, hingga pendampingan oleh konselor profesional.

Program ini diharapkan dapat membantu orang tua mengenali tanda-tanda awal adiksi gim sejak dini sekaligus membangun kebiasaan digital yang lebih sehat di lingkungan keluarga.

Dalam sesi diskusi, sejumlah narasumber dari berbagai instansi turut membagikan pandangannya mengenai penggunaan gim dan kesehatan mental anak.

Baca juga: Hari Lahir Pancasila 2026, Wamen Komdigi Angga Raka Prabowo Soroti Ancaman Disinformasi di Ruang Digital

Hadir di antaranya perwakilan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), Kementerian Kesehatan, psikolog, hingga CEO Agate International.

KemenPPPA menyoroti pentingnya peran keluarga dalam melindungi anak di dunia digital, termasuk memanfaatkan layanan pendampingan seperti SAPA 129 dan PUSPAGA.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan mengingatkan pentingnya deteksi dini apabila anak mulai menunjukkan dampak negatif akibat bermain gim secara berlebihan.

Psikolog yang hadir juga menjelaskan bahwa orang tua perlu memahami perbedaan antara hobi bermain gim yang sehat dengan perilaku yang sudah mengarah pada kecanduan.

Kemkomdigi gelar acara GimTalks DARA di Bandung (Dok. Biro Humas Kemkomdigi)

Peserta pun diberikan berbagai tips untuk membangun komunikasi yang lebih positif dengan anak mengenai penggunaan gawai dan gim di rumah.

Dari sisi industri, CEO Agate International menegaskan bahwa gim tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga dapat menjadi sarana mengembangkan kreativitas, keterampilan, hingga membuka peluang karier di masa depan.

Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, keluarga, dan pengembang gim dinilai penting agar anak tetap memperoleh pengalaman bermain yang aman dan sesuai usia.

Baca juga: Komdigi Kaji Kewajiban Cantumkan Nomor Hp untuk Registrasi Akun Media Sosial

Sementara para orang tua mengikuti sesi diskusi, anak-anak diajak mengikuti berbagai permainan edukatif di ruang terpisah bersama Tim Rangkul KeluargaKita. 

Aktivitas tersebut dirancang untuk melatih kerja sama, interaksi sosial, dan aktivitas fisik sebagai penyeimbang dari penggunaan perangkat digital. Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari ParagonCorp.

Kemkomdigi gelar acara GimTalks DARA di Bandung (Dok. Biro Humas Kemkomdigi)

Melalui GimTalks DARA Bandung, Kemkomdigi berharap semakin banyak keluarga Indonesia yang memahami pentingnya pengasuhan digital. 

Dengan pendampingan yang tepat, anak-anak diharapkan dapat menikmati gim secara sehat tanpa mengganggu tumbuh kembang maupun kesehatan mental mereka. Kolaborasi antara pemerintah, keluarga, tenaga kesehatan, dan industri juga menjadi langkah penting dalam menciptakan ruang digital yang aman, sehat, dan ramah anak.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Biro Humas Kemkomdigi

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU