INDOZONE.ID - Saat membahas algoritma, pemrograman, atau proses bisnis, istilah flowchart hampir selalu muncul.
Diagram ini digunakan untuk menggambarkan urutan langkah dalam suatu proses sehingga lebih mudah dipahami oleh siapa pun, baik yang memiliki latar belakang teknis maupun yang tidak.
Di balik kemudahan membaca sebuah flowchart, ada elemen penting yang sering luput dari perhatian, yaitu simbol flowchart.
Setiap simbol memiliki fungsi yang berbeda dan digunakan untuk mewakili aktivitas tertentu dalam suatu alur.
Tanpa memahami arti simbol-simbol tersebut, sebuah flowchart hanya akan terlihat seperti kumpulan bentuk geometris yang saling terhubung.
Karena itu, memahami simbol flowchart menjadi langkah dasar yang perlu dikuasai sebelum mulai membuat diagram alir sendiri.
Apa Itu Flowchart?
Flowchart atau diagram alir adalah representasi visual yang menunjukkan urutan langkah dan keputusan dalam menjalankan suatu proses.
Baca juga: Tutorial Ubah Wallpaper Laptop Windows 7 hingga 11, cuma Hitungan Menit
Setiap tahapan digambarkan menggunakan simbol tertentu yang dihubungkan dengan garis atau panah untuk menunjukkan arah aliran proses.
Dalam pengembangan perangkat lunak, flowchart membantu menerjemahkan logika program ke dalam bentuk yang lebih mudah dipahami.
Tim pengembang dapat melihat bagaimana suatu sistem bekerja sebelum proses penulisan kode dimulai.
Tidak hanya digunakan dalam dunia pemrograman, flowchart juga banyak dimanfaatkan untuk menggambarkan prosedur kerja, alur dokumen, hingga sistem operasional di berbagai bidang.
Mengapa Simbol Flowchart Sangat Penting?
Fungsi utama flowchart adalah memberikan gambaran yang jelas mengenai jalannya suatu proses dari awal hingga akhir. Agar tujuan tersebut tercapai, setiap simbol harus digunakan sesuai maknanya.
Bayangkan jika simbol keputusan digunakan untuk menunjukkan proses biasa atau simbol input digunakan sebagai penanda akhir proses. Alur yang seharusnya mudah dipahami justru akan membingungkan pembaca.
Standarisasi simbol membuat semua orang memiliki pemahaman yang sama ketika membaca sebuah diagram. Inilah alasan mengapa simbol flowchart menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari diagram alir.
Simbol Terminator: Penanda Awal dan Akhir
Salah satu simbol yang paling sering ditemukan adalah terminator. Bentuknya berupa oval atau persegi panjang dengan sudut melengkung. Simbol ini digunakan untuk menunjukkan titik awal dan titik akhir suatu proses.
Pada flowchart sederhana, biasanya terdapat satu terminator di bagian atas yang berisi keterangan "Mulai" dan satu lagi di bagian bawah yang menandai proses telah selesai.
Fungsi simbol terminator sangat penting karena membantu pembaca memahami batas dari sebuah alur. Dengan adanya simbol ini, pengguna dapat mengetahui kapan proses dimulai dan kapan seluruh aktivitas berakhir.
Simbol Process: Menunjukkan Aktivitas yang Dilakukan
Simbol proses berbentuk persegi panjang dan digunakan untuk menggambarkan aktivitas atau pekerjaan yang dilakukan dalam suatu sistem.
Hampir setiap flowchart memiliki simbol ini karena sebagian besar alur terdiri dari berbagai tindakan yang harus dijalankan secara berurutan.
Contohnya adalah menghitung data, memverifikasi informasi, memperbarui catatan, atau menjalankan instruksi tertentu.
Baca juga: Cara Menggunakan Simulator Penerbangan Google Earth, Dijamin Mudah!
Dalam konteks pemrograman, simbol proses sering digunakan untuk menggambarkan operasi yang dilakukan komputer terhadap data yang diterima.
Karena menjadi inti dari sebuah alur, simbol proses biasanya muncul lebih banyak dibanding simbol lainnya.
Simbol Decision: Tempat Pengambilan Keputusan
Tidak semua proses berjalan dalam satu jalur yang sama. Ada kondisi tertentu yang menentukan langkah berikutnya. Untuk kebutuhan tersebut digunakan simbol decision.
Simbol ini berbentuk belah ketupat dan berfungsi untuk menunjukkan adanya percabangan keputusan berdasarkan kondisi tertentu.
Biasanya simbol decision berisi pertanyaan atau syarat yang harus diperiksa terlebih dahulu. Hasil dari pemeriksaan tersebut akan menghasilkan beberapa kemungkinan jalur.
Sebagai contoh, sistem dapat memeriksa apakah suatu nilai habis dibagi dua atau tidak. Jika hasilnya memenuhi syarat, proses akan menuju satu jalur. Jika tidak, proses akan mengikuti jalur lainnya.
Karena berhubungan langsung dengan logika sebuah sistem, simbol decision menjadi salah satu komponen paling penting dalam flowchart.
Simbol Input dan Output
Sebuah sistem tidak hanya melakukan proses. Sistem juga menerima data dan menghasilkan informasi. Aktivitas tersebut digambarkan menggunakan simbol input dan output.
Bentuk simbol ini berupa jajar genjang. Simbol digunakan ketika pengguna memasukkan data ke dalam sistem maupun saat sistem menampilkan hasil pengolahan data.
Contoh input adalah memasukkan angka, nama, atau informasi tertentu ke dalam program. Sementara output dapat berupa hasil perhitungan, laporan, atau pesan yang ditampilkan kepada pengguna.
Dengan memisahkan proses dan input-output menggunakan simbol yang berbeda, alur kerja menjadi lebih mudah dipahami.
Simbol Flow atau Garis Panah
Flowchart tidak akan memiliki arti tanpa adanya penghubung antar simbol. Fungsi tersebut dijalankan oleh simbol flow yang berupa garis panah.
Panah menunjukkan arah perjalanan proses dari satu langkah ke langkah berikutnya. Simbol ini membantu pembaca mengikuti urutan aktivitas secara sistematis.
Baca juga: Mau Beli Laptop Bekas? Cek Dulu 7 Komponen Ini Biar Gak Zonk
Meskipun terlihat sederhana, garis panah memiliki peran yang sangat besar. Kesalahan arah panah dapat mengubah makna keseluruhan flowchart dan menyebabkan kesalahan interpretasi.
Karena itu, penggunaan panah harus dibuat konsisten dan mudah diikuti.
Simbol On-Page dan Off-Page Reference
Dalam flowchart yang kompleks, jumlah simbol dan proses yang digambarkan bisa sangat banyak. Untuk menjaga diagram tetap rapi, digunakan simbol penghubung atau reference.
Simbol on-page reference digunakan untuk menghubungkan bagian-bagian flowchart yang masih berada pada halaman yang sama.
Sementara itu, off-page reference digunakan ketika alur berlanjut ke halaman yang berbeda.
Keberadaan simbol ini membantu mengurangi garis panjang yang saling bersilangan sehingga flowchart tetap mudah dibaca.
Jenis-Jenis Flowchart yang Perlu Diketahui
Selain memahami simbol, penting juga untuk mengenal beberapa jenis flowchart yang umum digunakan.
Flowchart dokumen digunakan untuk menggambarkan aliran dokumen dari satu bagian ke bagian lainnya, termasuk proses pencatatan dan penyimpanan data.
Flowchart program digunakan untuk menjelaskan prosedur dalam sebuah program komputer secara rinci. Jenis ini banyak digunakan dalam pengembangan perangkat lunak.
Flowchart proses berfokus pada penggambaran langkah-langkah dalam suatu prosedur atau sistem untuk keperluan analisis dan pengembangan.
Flowchart sistem menunjukkan bagaimana keseluruhan sistem bekerja beserta urutan prosedur yang ada di dalamnya.
Sementara itu, flowchart skematik menggunakan kombinasi simbol dan ilustrasi peralatan tertentu agar lebih mudah dipahami oleh pengguna umum.
Contoh Penggunaan Simbol Flowchart
Salah satu contoh sederhana penggunaan flowchart adalah menentukan apakah sebuah bilangan termasuk ganjil atau genap. Proses dimulai dengan simbol terminator sebagai penanda awal.
Selanjutnya pengguna memasukkan angka melalui simbol input. Data tersebut kemudian diproses dengan membagi angka menggunakan nilai dua.
Setelah itu digunakan simbol decision untuk memeriksa apakah sisa pembagian sama dengan nol.
Jika iya, sistem akan menampilkan keluaran bahwa bilangan tersebut genap. Jika tidak, sistem menampilkan hasil bahwa bilangan tersebut ganjil.
Baca juga: Cara Aktifkan Proxy di WhatsApp, Tetap Bisa Chatting saat Internet Mati
Terakhir, alur ditutup menggunakan simbol terminator sebagai penanda bahwa proses telah selesai.
Dari contoh sederhana ini terlihat bagaimana setiap simbol memiliki fungsi yang berbeda namun saling melengkapi untuk membentuk alur yang utuh.
Memahami Simbol Adalah Kunci Membuat Flowchart yang Benar
Flowchart dibuat untuk menyederhanakan proses yang kompleks menjadi lebih mudah dipahami. Namun tujuan tersebut hanya dapat tercapai jika simbol-simbol yang digunakan sesuai dengan fungsinya.
Simbol terminator menunjukkan awal dan akhir proses. Simbol proses menggambarkan aktivitas yang dilakukan. Simbol decision menangani pengambilan keputusan.
Simbol input-output berhubungan dengan data yang masuk dan keluar, sementara panah serta simbol reference menjaga alur tetap terhubung dengan jelas.
Semakin baik pemahaman seseorang terhadap simbol flowchart, semakin mudah pula ia menyusun logika sistem dan menjelaskan proses kepada orang lain.
Itulah sebabnya penguasaan simbol flowchart menjadi fondasi penting dalam mempelajari pemrograman, analisis sistem, maupun perancangan proses bisnis.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Dicoding.com